Persib Bandung Amankan Poin, Drama Kartu Merah dan VAR Jadi Bahan Perbincangan
- Instagram@persebayaofficiall
VIVAJabar – Pertandingan antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (12 September 2025) berakhir dengan skor tipis 1-0.
Pertarungan yang sarat dengan ketegangan ini ditandai oleh drama di menit-menit terakhir, termasuk kartu merah, perdebatan sengit, dan keputusan wasit yang didukung oleh VAR.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib menunjukkan dominasi dengan menguasai bola dan beberapa kali berhasil menerobos pertahanan Persebaya.
Gol tunggal yang dicetak oleh Uilliam Barros sudah cukup untuk memisahkan kedua tim meski Persebaya terus berusaha menekan di lini depan.
Momen kaki Fransisco Riviera diinjak pemain Persib
- Istimewa
Namun, ketegangan mulai meningkat menjelang akhir laga.
Di masa tambahan waktu, Francisco Rivera dari Persebaya diusir oleh wasit Candra akibat pelanggaran keras terhadap Luciano Guaycochea dari Persib.
Keputusan ini mengundang protes dari kubu Persebaya dan penggemar, yang membuat situasi di lapangan semakin panas.
Sebelum kartu merah diberlakukan, VAR dipanggil untuk meninjau insiden tersebut. Wasit meninjau ulang pelanggaran yang dilakukan oleh Rivera untuk memastikan apakah memang layak mendapatkan kartu merah.
Walaupun terdapat keraguan, keputusan VAR akhirnya mendukung langkah wasit dan kartu merah pun tetap dikeluarkan.
Di tengah suasana yang tegang, kehadiran Thom Haye menjadi sorotan. Meskipun baru pertama kali bermain untuk Persib, dia tidak hanya hadir sebagai pemain cadangan, tetapi juga merasakan intensitas pertandingan.
Menunjukkan reaksi terhadap insiden kartu merah dan keputusan VAR, sehingga membuktikan emosinya sebagai pemain baru.
Bagi Persib, kartu merah dan ketegangan yang muncul lebih dari sekadar tentang pelanggaran, melainkan juga tantangan mental.
Mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir di tengah tekanan dan keributan bukanlah hal yang mudah. Meskipun banyak rintangan, Persib berhasil meraih tiga poin.
Kejadian ini mengingatkan kita bahwa sepak bola lebih dari sekadar strategi dan keterampilan; emosi, keputusan wasit, dan respons mental pemain debutan bisa memengaruhi hasil akhir.
Para bobotoh di GBLA tentu akan mengingat pertandingan ini sebagai salah satu laga paling dramatis di musim Super League 2025/2026.