Berada di Grup Neraka, Persib Bandung Yakin Bisa Melaju Mulus di Liga Champions Asia
- Instagram@persib
VIVAJabar – Persib Bandung tengah mempersiapkan diri dengan semangat tinggi untuk tampil secara kompetitif dalam AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026.
Maung Bandung akan membuka jalan mereka di Grup G dengan menjamu Lion City Sailors dari Singapura pada hari Kamis, 18 September 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dengan kick-off dijadwalkan pukul 19. 15 WIB.
Bersama tim-tim tangguh lainnya seperti Selangor FC (Malaysia) dan Bangkok United (Thailand), Persib diperkirakan akan menghadapi persaingan yang ketat dalam usaha meraih tiket menuju babak 16 besar.
Semua pihak yang terlibat dengan klub ini menyatakan bahwa grup ini bukan hanya sekadar ambition, tetapi juga merupakan bukti bahwa Persib dapat menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Persib Bandung Vs Lion City
- Instagram @rctisports
Kapten tim Persib, Marc Klok, menegaskan bahwa tujuan klub di musim ini adalah untuk menghapus catatan kurang memuaskan di ACL Two yang lalu dan memperlihatkan penampilan yang lebih kokoh.
Keyakinan ini juga didukung oleh Beckham Putra Nugraha, yang menyebut bahwa kedatangan pemain baru seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders adalah elemen kunci yang dapat membuat perbedaan.
Pelatih Bojan Hodak mengungkapkan bahwa kondisi tim menjelang laga pertama cukup positif. Beberapa pemain yang sebelumnya mengalami cedera telah pulih, sehingga opsi pemain di posisi inti semakin lengkap.
Selain itu, kemenangan di Super League dianggap meningkatkan rasa percaya diri tim dalam menyongsong tantangan di level Asia.
Dalam pertemuan sebelumnya, hasil pertandingan antara Persib dan Lion City Sailors berakhir imbang di Bandung, sedangkan Persib berhasil meraih kemenangan saat bertandang ke Singapura.
Rekor ini dianggap sebagai modal psikologis yang baik untuk pertandingan kali ini, menunjukkan bahwa Maung Bandung mampu bersaing di kandang lawan.
Beckham Putra juga menekankan bahwa evaluasi terhadap performa musim lalu harus dijadikan pelajaran berharga: bagaimana menangani tekanan, menjaga konsistensi, dan meningkatkan mental pemain agar tidak mudah menyerah di pertandingan-pertandingan berat.
Persib berharap bahwa kombinasi pengalaman, pemain baru, dan dukungan dari suporter akan menjadi faktor penentu dalam laga-laga mendatang.