Bergelar Putra Mahkota Kerajaan Sulawesi Utara, Jordi Amat Sebut Tak Ngaruh
- tvonenews.com
VIVAJabar –.Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jordi Amat, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan identitasnya sebagai putra mahkota dari Kerajaan Siau di Sulawesi Utara.
Kendati memiliki darah biru, Jordi menegaskan bahwa gelar tersebut tidak banyak mengubah hidupnya.
Jordi Amat memiliki rekam jejak panjang dalam kariernya sebagai pesepakbola profesional. Hingga akhirnya pada tahun 2022 ia resmi menyandang status Warga Negara Indonesia bersama Sandy Walsh.
Bek Timnas Indonesia, Jordi Amat.
- Dok. PSSI
Setelah menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jordi Amat langsung debut membela Skuad Garuda di Piala AFF 2022.
Pemain yang kini memperkuat Johor Darul Takzim itu berhasil membawa Timnas Indonesia menang atas Kamboja dengan skor 2-1.
Kala itu, performa Jordi Amat sangat mengesankan. Tak ayal, Shin Tae-yong yang kala itu menjadi juru taktik Timnas Indonesia menjadikannya sebagai bek andalan Skuad Garuda.
Dalam sebuah wawancara bersama media Spanyol, Jordi Amat menceritakan silsilah keturunannya yang berasal dari Indonesia. Ia mengaku bahwa dirinya masih putra mahkota Kerajaan Siau, Sulawesi Utara.
Pemain berusia 32 tahun itu memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya yang notabene adalah keturunan kerajaan Siau, Sulawesi Utara.
Kakek buyut Jordi Amat, diketahui adalah raja di Kerajaan Siau, Sulawesi Utara. Dengan begitu, Jordi Amat masih tergolong sebagai putra mahkota.
Meski mulanya Jordi Amat menganggap hal itu hanyalah cerita dongeng belaka, namun menjelang masa dewasanya ia akhirnya percaya bahwa keturunan Kerajaan memang benar adanya.
"Selama ketika saya masih kecil, nenek saya memberi tahu kalau saya adalah putra mahkota, tapi saya pikir itu hanya cerita semata dan tidak lebih," ujar Jordi Amat.
Meski mengaku dirinya masih tergolong sebagai putra mahkota, Jordi mengungkapkan dirinya biasa saja. Sebab menurutnya, kerajaan itu tidak sebanding dengan gelar raja-raja Spanyol.
Amat mengatakan memiliki gelar pangeran kerajaan Siau tidak akan mengubah banyak hal dalam hidupnya.
"Itu tidak setingkat dengan yang kita kenal sebagai pangeran. Tidak sebanding dengan gelar raja-raja Spanyol. Jadi itu tidak akan mengubah banyak hidup saya," imbuhnya.
Sebagai informasi, karier sepakbola Jordi Amat dimulai dari akademi Espanyol pada tahun 1999.