Karier Rafael Struick di Brisbane Roar Game Over, Reputasi Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Dipertaruhkan
VIVA Jabar –Rafael Struick yang merupakan salah satu pemain Timnas Indonesia telah gagal mendapatkan apa yang dia inginkan Brisbane Roar.
Rafael Struick yang merupakan salah satu pemain muda sesekali dia mendapatkan kesempatan di tim utama ADO Den Haag di musim lalu
Pemain naturalisasi Timnas Indonesia tersebut hanya mencatat 11 penampilan untuk ADO Den Haag yang kebanyakan hanya menjadi sebagai pemain pengganti.
Pemain yang tengah berusia 21 tahun tersebut saat ini dirinya menginginkan menit bermain akan tetapi sangat sulit untuk didapatkan.
Rafael Struick
- -
Pada awal bergabung ke klub Brisbane Roar, Rafael Struick telah mendapat sebuah sambutan langsung dari Anindya Bakrie yang merupakan bos Brisbane Roar.
"Selamat untuk pemain Timnas Indonesia Rafael Struick yang baru bergabung dengan Brisbane Roar FC," tulis bos Anindya Bakrie di akun X.
"Senang sekali klub milik keluarga Bakrie bisa kembali menjadi pilihan pemain timnas untuk menimba ilmu." Tambahnya.
Sebagai pemain baru Rafael Struick sempat menjalani periode bulan madu di A-League dan dirinya telah bermain dalam 6 laga beruntun dan langsung mencetak gol pada pertandingan kedua melawan Sydney FC.
Akan tetapi sangat disayangkan Struick telah diputuskan oleh panggilan dari PSSI untuk turnamen di luar kalender FIFA yaitu piala AFF dan sepulang dari turnamen tersebut Struick hanya bermain empat kali dan semuanya dari bangku cadangan.
Dalam tujuh laga pertandingan Brisbane Roar musim ini dilalui dengan ketidakadaan Struick dalam line up pertandingan yang artinya dirinya telah tersingkirkan.
Bahkannstatistik penampilan Struick di Brisbane Roar hanya 10 pertandingan, 239 menit,1 gol, dengan sebuah rapor tersebut Struick gagal memenuhi targetnya pada awal musim.
"Ketika saya datang ke sini, rencananya pertama-tama adalah untuk bermain lebih banyak," ucap Struick beberapa waktu lalu.
"Kemudian terus mengembangkan diri saya, saya ingin bermain lebih banyak game di sini, tentu saja."
Apabila nantinya pihak klub tidak memberikan jaminan mengenai peluang bermain di tim utama ia bisa saja pulang ke Eropa.
"Saya hanya fokus di sini dan sekarang saya terbuka untuk kembali ke Eropa, tentu saja."Sambung Struick.