PSSI Stop Program Naturalisasi, Erick Thohir Klaim Tidak Ada Titipan
- Screenshot berita tvonenews.com
VIVA Jabar – Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI tidak semua pemain keturunan bakal dilakukan proses naturalisasi.
Mereka hanya akan melakukan naturalisasi pemain keturunan yang memiliki kualitas serta sesuai dengan keinginan pelatih.
"Untuk program naturalisasi, semua naturalisasi itu diproses secara transparan dan diputuskan oleh pelatihnya," kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dikutip dari tvOnenews, Senin (5/5/2025).
"Artinya banyak juga pemain naturalisasi di zaman sebelum-sebelumnya, juga ada yang kita tidak melanjutkan prosesnya," tambahnya.
Salah satu kasus terbaru di mana PSSI batal melanjutkan proses naturalisasi pemain keturunan adalah Djenna De Jong.
PSSI Erick Tohir
- istimewa
Djenna sempat digadang-gadang akan menjadi pemain naturalisasi selanjutnya yang memperkuat timnas putri setelah Estella Loupatty dan Noa Leatomu.
Namun, proses tersebut batal karena menurut PSSI pemain jebolan Liga Belanda dan Jerman itu tak masuk skema pelatih Satoru Mochizuki.
"Ya karena tadi tidak lain, ya tentu standar atau keinginan daripada seorang pelatih ataupun kami di PSSI membangun sebuah tim itu kan harus benar-benar transparan, tidak ada pemain titipan
dan standar yang ada dengan kualitas juga yang bisa kita sesuai dengan kriterianya," tutur Erick.
Sebelumnya, Djenna De Jong menjadi perbincangan publik setelah dia buka suara di akun Instagram pribadi terkait proses naturalisasi yang batal.
Dalam unggahan itu, ia memutuskan mengundurkan diri untuk menjadi Warga Negara Indonesia karena diperlakukan "sangat tidak profesional" oleh PSSI dalam menjalani proses naturalisasi.
Menurut aturan FIFA, Djenna De Jong sudah memenuhi syarat untuk dinaturalisasi lantaran memiliki garis keturunan Indonesia langsung dari sang Ibu.
Diketahui bahwa Ibu dari Djenna De Jong yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Sedangkan sang Ayah merupakan warga negara Maroko.