Arya Sinulingga Ungkapkan PSSI Tidak Butuh Pemain Naturalisasi Baru Jelang Melawan China

Arya Sinulingga
Sumber :
  • Nusantara RMOL

VIVA Jabar –Tidak seperti biasanya saat ini PSSI telah memberikan sebuah keputusan yang membuat para netizen heran dengan mengatakan jelang menghadapi Cina Timnas Indonesia tidak membutuhkan pemain naturalisasi. 

img_title TC di Bulgaria Usai, Nova Arianto Beri Dua Catatan Penting untuk Timnas Indonesia U-17

Tidak seperti biasanya baru-baru ini salah satu anggota Exco PSSI Arya Sinulingga mengatakan melalui channel YouTube terbarunya bahwa Timnas Indonesia sudah jago-jago dan hebat. 

Timnas Indonesia melawan China yang dijadwalkan pada tanggal 5 Juni 2025 dinyatakan tidak membutuhkan pemain naturalisasi lagi. 

img_title 4 Pemain Timnas Indonesia Ngamuk Jadi Sasaran Foto AI Pose Dewasa

PSSI juga telah mengatakan bahwa dirinya juga telah mantap dengan pemain yang sudah ada sehingga tidak perlu menambah pemain untuk dinaturalisasi kembali. 

Jadi bisa dapat diartikan bahwa pada saat momen jeda internasional bulan Juni ini Timnas Indonesia tidak akan memiliki pemain keturunan baru. 

img_title Calvin Verdonk Jujur ke Media Prancis Bahas Ucapan Shin Tae-yong Soal Timnas Indonesia

“Jadi kita telah putuskan untuk tidak menambah pemain naturalisasi untuk bulan Juni ini,” Tegas Arya Sinulingga dalam kanal YouTube yang bertajuk Bebas Podcast.

“Kalau lihat kualitas pemain kita yang kemarin ketika lawan Australia dan lawan Bahrain dan kayaknya sudah oke kualitas pemain yang sekarang ya,” Imbuh Arya.

“Jadi tidak akan ada pemain baru dalam proses menuju bulan Juni, pemain kita kan udah jago-jago dan hebat-hebat itu,” Tambah Arya lagi.

“Kalaupun nanti nambah, kan paling nambah ketebalan (skuad) nanti aja. Sekarang dengan dua pertandingan terakhir kita nanti di round 3 ini dan target yang kita inginkan,” Katanya.

Akan tetapi dalam proses naturalisasi tersebut tidak sepenuhnya dihentikan, masih banyak lagi para pemain keturunan yang masih dirumorkan akan memperkuat Timnas Indonesia dan segera dinaturalisasi.