3 Kandidat Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025, Ada Musuh Bebuyutan

ilustrasi timnas indonesia U-23
Sumber :

VIVA JabarTimnas Indonesia akan menggelar FIFA Matchday pada September 2025 mendatang. Ada tiga tim yang menjadi kandidat lawan Garuda, yakni Lebanon, Kuwait, atau Malaysia.

img_title TC di Bulgaria Usai, Nova Arianto Beri Dua Catatan Penting untuk Timnas Indonesia U-17

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, dsri ari tiga kandidat tersebut, dua tim akan dipilih sebagai lawan Jay Idzes dan kolega.

Uji coba ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah PSSI untuk mempersiapkan timnas menghadapi tantangan lebih besar. 

img_title 4 Pemain Timnas Indonesia Ngamuk Jadi Sasaran Foto AI Pose Dewasa

Namun, fokus utama saat ini masih tertuju pada dua laga krusial di Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yakni melawan China dan Jepang pada 5 dan 10 Juni mendatang.

"September ini menjadi momentum penting karena bisa dimanfaatkan untuk membangun ritme dan strategi, terutama jika kita lolos ke putaran berikutnya," kata Erick Thohir pada awak media.

img_title Calvin Verdonk Jujur ke Media Prancis Bahas Ucapan Shin Tae-yong Soal Timnas Indonesia

Erick menambahkan, jika timnas Indonesia berhasil menembus Putaran Keempat Kualifikasi, yang digelar Oktober dan November 2025, maka kualitas lawan uji coba harus seimbang untuk menjaga kesiapan skuat.

“Kalau kita lolos, tentu butuh lawan yang setara. Karena itu kami sudah menjalin komunikasi dengan Lebanon, Kuwait, dan Malaysia,” ujarnya.

Dari ketiga negara tersebut, Lebanon dan Kuwait sudah memberikan respons positif. Erick menyebut, keputusan akhir tetap akan dipertimbangkan bersama pelatih timnas agar sesuai dengan kebutuhan tim.

“Respon awal datang dari Lebanon dan Kuwait. Kami lihat mana yang paling cocok, dan pelatih nanti yang akan menentukan,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Erick, satu slot uji coba lainnya masih terbuka. Musuh bebuyutan Malaysia disebut sebagai opsi kuat, mengingat Negeri Jiran tengah melakukan pembenahan dalam struktur tim nasional mereka.

“Kami ingin dua laga di September ini bisa dimaksimalkan. Mungkin satu dari Timur Tengah dan satu lagi dari Asia Tenggara. Semua masih terbuka,” pungkasnya.