Timnas Indonesia Terancam Tanpa Diks dan James, Siapa Pengganti Ideal untuk Hadapi China dan Jepang?

Kevin Diks
Sumber :

VIVAJabar – Kekhawatiran menyelimuti pendukung Timnas Indonesia menjelang pertandingan krusial melawan China dan Jepang.

img_title Jelang Laga Perdana ACL Two, Beberapa Pemain Kunci Persib Bandung Absen Latihan

Dua pilar utama Skuad Garuda, Kevin Diks dan Dean James, terancam absen karena cedera. Situasi ini memaksa pelatih Patrick Kluivert mencari solusi alternatif untuk mengisi kekosongan di lini pertahanan.

James memang sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, kondisinya masih belum mencapai kebugaran maksimal untuk bertanding. Sementara itu, Diks diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya dari cederanya.

Menghadapi tantangan ini, tiga nama pemain keturunan kembali mencuat sebagai kandidat naturalisasi. Mereka adalah Pascal Struijk (Leeds United), Jayden Oosterwolde (Fenerbahce), dan Tristan Gooijer (Ajax Amsterdam).

Ketiganya memiliki kualitas yang menjanjikan untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Oosterwolde, bek kiri andalan Fenerbahce, sebelumnya sempat menunda tawaran naturalisasi. Pemain berusia 24 tahun ini masih berambisi memperkuat Timnas Belanda. Namun, PSSI belum menyerah dalam upaya mendapatkannya.

Kabar terbaru menyebutkan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, telah melakukan pendekatan pribadi dengan Oosterwolde.

Posisinya sebagai bek kiri bisa menjadi solusi jika James kembali mengalami masalah cedera di masa depan. Kemampuannya yang teruji di liga Turki menjadi nilai plus yang signifikan.

Sementara itu, Gooijer yang berposisi sebagai bek kanan berpotensi mengisi pos yang ditinggalkan Kevin Diks. Pemain muda berusia 20 tahun dari Ajax Amsterdam ini mengaku tertarik membela Indonesia.

Meski saat ini masih fokus pada pengembangan karier di Belanda, ia tidak menutup kemungkinan bergabung dengan Skuad Garuda.

Yang paling menarik adalah Pascal Struijk, bek Leeds United yang baru saja mendapatkan kunjungan langsung dari Patrick Kluivert.

Pertemuan ini menunjukkan keseriusan PSSI dalam merekrut pemain keturunan berkualitas tinggi. Struijk memiliki kelebihan sebagai pemain kidal yang bisa beroperasi sebagai bek tengah maupun bek kiri.

PSSI sebelumnya menyatakan tidak akan menambah pemain naturalisasi pada Juni 2025. Namun, cederanya dua pemain kunci mungkin mengubah rencana tersebut.

Para pemain keturunan ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat Timnas Indonesia di kompetisi internasional.(*)

img_title TC di Bulgaria Usai, Nova Arianto Beri Dua Catatan Penting untuk Timnas Indonesia U-17