Arya Sinulingga Ungkap PSSI Harus Lakukan Ini Setelah FIFA Jatuhkan Sanksi Soal Diskriminasi Suporter Timnas Indonesia
- ANTARA
VIVA Jabar –Exco PSSI, Arya Silungga menjelaskan, PSSI kini harus mempersiapkan rencana kerja terkait edukasi atau literasi untuk isu diskriminasi.
Pasalnya, Federasi sepak bola dunia, FIFA meminta PSSI untuk segera menyusun langkah konkret terkait isu diskriminasi di sepak bola. Terutama mengenai diskriminasi di sepak bola Indonesia usai FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI.
“Jadi FIFA juga meminta kepada PSSI untuk bikin planning (rencana) komprehensif, melawan tindakan diskriminasi di sepak bola Indonesia,” ucap Arya.
“Ini adalah hal berat yang kita terima, karena FIFA memiliki prinsip kesetaraan, kemanusiaan, saling menghargai dan saling menghormati. Tidak boleh ada hate speech (ujaran kebencian), tidak boleh ada rasisme, tidak boleh ada xenophobia, dan lain-lain,” ujar Arya.
Lebih lanjut Arya mengatakan, sanksi yang diberikan FIFA kepada PSSI adalah pembelajaran bagi semua pihak. Ia memastikan bahwa PSSI akan menempuh langkah-langkah literasi untuk membangun kesadaran suporter terkait isu diskriminasi.
“Ini pembelajaran bagi kita semua, jelas merugikan kita semua tapi kita harus tanggung berasa-sama semua. Jadi ke depan kita harus melakukan langkah-langkah literasi dan pendidikan kepada suporter untuk tidak melakukan hal-hal yang diskriminasi,” kata Arya.
PSSI mendapatkan saksi dari FIFA akibat ulah suporter yang dianggap melakukan tindakan diskriminasi kepada Bahrain. Peristiwa ini terjadi saat Indonesia menjamu Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 25 Maret 2025.
Berdasarkan Statuta FIFA pasal 15 tentang keanggotaan, FIFA mengatur perilaku suporter dari setiap negara atau federasi yang menjadi anggotanya. FIFA mengharapkan perilaku suporter yang netral, tidak diskriminatif, dan menjaga independensi dari intervensi politik.
FIFA secara langsung tidak dapat memberikan sanksi kepada suporter yang melanggar statuta dengan berperilaku diskriminatif. Karenanya, sanksi dijatuhkan kepada federasi terkait yang menjadi anggota FIFA sebagai bentuk pertanggung jawaban federasi untuk membina suporter