Real Madrid Terancam Puasa Gelar Musim Ini, Toni Kroos Beberkan Penyebab Los Blancos Terpuruk
- AP Photo/Manu Fernandez
Jabar –Real Madrid terancam puasa gelar musim ini. Mantan gelandang Madrid, Toni Kroos membeberkan alasan tim asuhan Carlo Ancelotti terpuruk di musim 2024-2025.
Real Madrid musim ini mengalami performa yang kurang baik. Los Blancos nirgelar musim ini termasuk gagal mempertahankan gelar Liga Champions.
Kroos menyebut badai cedera lini belakang dan kurangnya rotasi pemain menjadi alasan El Real gagal bersaing untuk gelar juara. Selain itu, lawan juga sudah mengetahui kelemahan Madrid dan mampu memanfaatkannya dengan baik.
"Anda kehilangan hampir seluruh pemain bertahan, anda mengharapkan Real Madrid menjadi sebuah tim yang bermain dari belakang. Untuk melakukannya maka dibutuhkan para pemain yang bisa melakukannya," kata Toni Kroos dikutip dari media Spanyol, Marca, Rabu (14/5/2025).
"Sebagian besar tim melakukan pressing tinggi kepada Anda. Itulah mengapa mereka kesulitan bersaing dengan tim-tim besar di musim ini," ucapnya.
Lebih spesifik, Kroos juga menilai keterpurukan Madrid bukan sepenuhnya salah Kylian Mbappe.
“Bukan salah Mbappe jika Madrid tidak memenangkan Liga Champions," ujar Toni Kroos.
Mantan pemain asal Jerman itu menilai, jika Mbappe kian meningkat selama bermain bersama El Real. Pemain 26 tahun itu justru bisa membuat hattrick ketika Madrid kalah dari Barcelona 3-4 pada pekan lalu.
“Awalnya sulit baginya, ada banyak kritik, tetapi dia dalam performa yang luar biasa akhir-akhir ini. Kemarin dia membuktikannya lagi dia selalu berbahaya, selalu menawarkan opsi,” ucap Kroos menegaskan.
Real Madrid musim ini kalah di final Piala Super Spanyol dan Copa del Rey (dikalahkan Barcelona). Terhenti di perempatfinal Liga Champions (dihentikan Arsenal), dan tertinggal tujuh poin dari Barca di klasemen Liga Spanyol.
Luka Real Madrid bertambah dalam karena juga ditumbangkan Barcelona empat kali berturut-turut di sepanjang musim ini. Madrid sebetulnya berpeluang menorehkan gelar La Liga Spanyol.
Namun, Madrid butuh keajaiban agar Barcelona terpeleset di tiga laga tersisa. Sampai pekan ke-35, Madrid masih tertinggal tujuh poin dari Barcelona.