Reaksi Tak Terduga Keluarga Jay Idzes Saat Putuskan Membela Timnas Indonesia
- Viva.co.id
VIVA Jabar –Jay Idzes yang merupakan kapten Timnas Indonesia saat ini semakin diperhitungkan sebagai pilar penting dalam skuat Garuda terutama menjelang laga krusial melawan China dan Jepang.
Jay Idzes telah dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia yang tidak hanya dikenal dengan kemampuannya menjaga lini belakang akan tetapi juga karena kisah emosional di balik keputusannya membela Timnas Indonesia.
Dalam sebuah wawancara dikenal YouTube The Haye Way, Jay Idzes dengan benar ceritakan kisah keluarganya yang menjadi alasan kuat mengapa ia lebih memilih Timnas Indonesia ketimbang Belanda.
Dia mulai menceritakan kakeknya yang lahir di Indonesia di tengah-tengah peliknya penjajahan Jepang dan Belanda dan dia juga telah mengungkapkan bahwa sang kakek menjalani masa kecil yang sangat berat.
Bahkan sebagian besar masa kecilnya telah dihabiskan di panti asuhan karena kondisi sosial dan ekonomi yang memprihatin sekitar 10 tahun tetapi orang tua kandung dan harus bertahan di tengah keterbatasan dan sang kakek telah menjadi contoh nyata gigihnya dalam memperjuangkan hidup dan tak ternilai.
Jay Idzes, Pemain Venezia
- Liga Italia
“Kakek saya lahir pada tahun 1939, saat Indonesia diduduki Jepang. Dia dibesarkan di panti asuhan dan tinggal di sana selama 10 tahun. Dia sering bercerita kepada saya tentang betapa sulitnya menciptakan sesuatu untuk dirinya sendiri di masa itu,” tutur Idzes dengan nada haru.
Meskipun berasal dari latar belakang yang jauh dari kata berkecukupan akan tetapi sang kakek akhirnya dapat membangun kehidupan yang lebih baik bersama neneknya di Indonesia.
Bahkan Tante Jay Idzes juga lahir di Indonesia akan tetapi sebelum keluarga tersebut akhirnya memutuskan pindah ke Belanda demi mencari kehidupan yang lebih besar stabil.
Dalam cerita tersebut rupanya terus melekat dibenak kapten Timnas Indonesia tersebut dan menjadi sumber aspirasi yang kuat dalam setiap langkah karirnya.
Bahkan pada saat ia resmi dipanggil untuk membela Timnas Indonesia reaksi dari sang kakek pun menjadi momen yang tidak dapat terlupakan sepanjang hidupnya.
“Ya, dia sangat bangga, tentu saja. Dia bahkan bercerita kepada saya bahwa ketika masih muda, dia suka menonton pertandingan sepak bola di Indonesia. Tapi karena tidak punya uang, dia harus memanjat tembok stadion untuk bisa melihat pertandingan,” ucap Jay sambil tersenyum mengenang.