Strategi Kluivert Memanggil Lilipaly dan Meninggalkan Beckham, Ternyata Begini Alasannya
VIVAJabar – Garuda Calling kedua Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia menuai sorotan dengan keputusan kontroversialnya.
Pelatih asal Belanda tersebut memilih memanggil Stefano Lilipaly yang sudah berusia 32 tahun dan meninggalkan Beckham Putra yang masih muda.
Keputusan ini menunjukkan filosofi Kluivert yang tampaknya lebih mengutamakan pemain matang untuk pertandingan kompetitif.
Dalam menghadapi laga-laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, pengalaman tampak menjadi faktor utama pertimbangan pelatih.
Stefano Lilipaly yang kembali dipanggil setelah absen hampir dua tahun membawa pengalaman berharga ke dalam skuad. Kapten Borneo FC ini terakhir kali bermain untuk Indonesia pada Juni 2022 dalam Kualifikasi Piala Asia 2023.
Meski demikian, keputusan meninggalkan pemain berbakat seperti Beckham Putra menimbulkan pertanyaan tentang visi jangka panjang.
Beckham Putra yang bermain impresif untuk Persib Bandung, juara Liga 1 2024-2025, memiliki catatan statistik yang bahkan lebih baik dari Lilipaly.
Dengan enam gol di Liga 1 dibandingkan lima gol Lilipaly, plus total tujuh gol dan tiga assist dalam 33 pertandingan di semua kompetisi, Beckham seharusnya menjadi aset berharga.
Terlebih lagi, pada usianya yang masih muda, ia memiliki potensi berkembang lebih jauh untuk masa depan Timnas Indonesia.
Strategi Kluivert ini bisa jadi bagian dari rencana besarnya untuk Timnas Indonesia. Dalam dua pertandingan pertamanya memimpin Garuda, melawan Australia (1-5) dan Bahrain (1-0), Kluivert mungkin melihat kebutuhan akan pemain yang sudah matang secara mental.
Kejutan lain dari daftar 32 pemain adalah masuknya kiper PSM Makassar, Reza Arya. Ia lebih dipilih ketimbang Cyrus Margono yang bermain di Liga Kosovo dan sudah dipantau oleh pelatih kiper, Sjoerd Woudenrberg.
Namun, kabar baiknya adalah Kluivert dikabarkan akan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda pada jeda internasional September nanti dalam laga uji coba.
Ini menunjukkan bahwa Kluivert memiliki strategi bertahap dalam membangun Timnas Indonesia. Mengutamakan hasil dalam pertandingan kompetitif, sambil tetap membuka peluang regenerasi dalam laga-laga ujicoba.(*)