Joshua Zirkzee Bangkit, Manchester United Punya Senjata Rahasia di Final Liga Europa
VIVAJabar – Pertarungan dua raksasa Inggris akan tersaji di final Liga Europa 2024/25. Manchester United siap menghadapi Tottenham Hotspur di San Mames, Bilbao. Kedua tim bertekad untuk memperbaiki musim yang buruk dengan meraih trofi Liga Europa.
Kabar menggembirakan datang dari kubu Manchester United. Joshua Zirkzee, striker andalan mereka, mengalami pemulihan yang menakjubkan.
Pemain asal Belanda, Joshua Zirkzee, ini sebelumnya dinyatakan absen hingga akhir musim sejak cederanya pada 13 April.
Secara mengejutkan, Zirkzee dinyatakan cukup fit untuk ikut serta dalam final. Meski mungkin tidak bermain penuh, kehadirannya memberikan dimensi baru bagi strategi Ruben Amorim. Ini bisa menjadi senjata rahasia Man United.
Bukan hanya Joshua Zirkzee, Manchester United juga menyambut kembalinya Leny Yoro dan Diogo Dalot. Kedua pemain ini sudah kembali berlatih penuh di Carrington. Mereka masuk dalam daftar 26 pemain yang dibawa ke Bilbao.
"Mereka pulih dengan baik," ungkap Amorim tentang para pemain yang baru kembali dari cedera. "Kami mendorong mereka sedikit karena mereka sendiri ingin membantu tim. Itu tanda yang sangat bagus."
Sayangnya, Manchester United masih kehilangan dua bek andalan mereka. Matthijs de Ligt dan Lisandro Martinez dipastikan tidak akan bermain di final. De Ligt memang ikut dalam rombongan tim, namun hanya sebagai pendukung moral.
Sementara itu, situasi di kubu Tottenham Hotspur justru memprihatinkan. Mereka dilanda krisis pemain jelang final penting ini. Dejan Kulusevski dipastikan absen setelah menjalani operasi lutut.
James Maddison sempat memicu harapan ketika terlihat bergabung dalam rombongan tim. Namun, Ange Postecoglou langsung memupus spekulasi tersebut. "Situasinya tidak berubah," tegas sang pelatih. "Maddison belum bisa bermain."
Krisis pemain Tottenham Hotspur semakin parah dengan absennya Lucas Bergvall yang masih menepi karena cedera.
Ditambah lagi, Radu Dragusin absen jangka panjang setelah mengalami cedera ACL pada Januari lalu. Tottenham kehilangan banyak opsi kreatif dan defensif.
Final Liga Europa kali ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kedua tim. Manchester United dan Tottenham sama-sama terpuruk di Premier League musim ini. Masing-masing finis di peringkat ke-16 dan 17, jauh dari zona Liga Champions.