Sesko dan Gyokeres Terlalu Mahal, Manchester United Lirik Striker Murah di Grup B
VIVAJabar – Situasi finansial Manchester United pasca kekalahan di Liga Europa semakin rumit. Klub asal Old Trafford kini kesulitan mengejar target striker utama karena keterbatasan anggaran yang signifikan.
Tanpa pendapatan Liga Champions, Manchester United harus realistis dengan kemampuan finansial mereka. Aturan Profit and Sustainability juga membatasi ruang gerak klub untuk berbelanja besar-besaran di bursa transfer.
Ruben Amorim menghadapi tantangan berat dalam membangun skuad kompetitif dengan anggaran terbatas. Pelatih asal Portugal ini harus pintar mencari permata tersembunyi di pasar transfer.
Target utama seperti Viktor Gyokeres dan Benjamin Sesko tampaknya sulit direalisasikan. Kedua striker top ini kemungkinan akan memilih klub yang bermain di Liga Champions.
Viktor Gyokeres yang fenomenal di Sporting Lisbon menjadi rebutan banyak klub besar Eropa. Dengan 53 gol musim ini, striker Swedia ini pasti mengincar tantangan di Liga Champions.
Benjamin Sesko dengan klausul rilis £64 juta juga kemungkinan besar akan pindah ke klub yang lebih stabil. Arsenal yang bermain di Liga Champions tentu lebih menarik bagi striker Slovenia ini.
Liam Delap dari Ipswich Town menjadi opsi yang lebih realistis namun tetap berisiko. Striker muda ini dinilai terlalu mirip dengan Rasmus Hojlund yang masih berkembang.
Grup B dengan pemain seperti Moise Kean dan Jean-Philippe Mateta mungkin lebih masuk akal. Kedua striker ini sudah berpengalaman dan terbukti produktif di level tertinggi.
Moise Kean menunjukkan transformasi luar biasa sejak pindah ke Fiorentina. Striker Italia ini berhasil bangkit dari kegagalan di Everton dengan performa gemilang.
Jean-Philippe Mateta terbukti bisa diandalkan di Premier League bersama Crystal Palace. Kemampuannya menciptakan peluang dan mencetak gol sangat dibutuhkan Manchester United.
Strategi hemat bisa menjadi kunci sukses Ruben Amorim di musim pertamanya. Daripada memaksakan diri mengejar pemain mahal, lebih baik fokus pada nilai praktis. (*)