Terungkap Akar Masalah Real Madrid Terpuruk Musim Ini
- AP Photo/Manu Fernandez
VIVA Jabar – Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir.
Klub raksasa Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di Eropa ini tampak goyah, menunjukkan performa yang tidak konsisten, dan terancam nirgelar di berbagai kompetisi.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa keterpurukan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan akumulasi dari beberapa akar masalah fundamental.
Berikut adalah beberapa faktor kunci yang ditengarai menjadi penyebab utama kemerosotan "Los Blancos" musim ini:
1. Krisis Cedera yang Tak Berujung
Ini adalah salah satu pukulan terbesar yang menghantam Real Madrid. Sejak awal musim, daftar cedera pemain terus bertambah panjang, menimpa pilar-pilar penting di setiap lini.
Thibaut Courtois dan Eder Militao yang absen nyaris sepanjang musim adalah contoh paling nyata, melemahkan pertahanan dari awal. Disusul kemudian oleh cedera yang silih berganti menimpa David Alaba, Arda Güler, Aurelien Tchouaméni, Jude Bellingham, dan Vinicius Junior.
Konsistensi formasi dan taktik menjadi sulit dicapai karena pelatih Carlo Ancelotti harus terus-menerus merotasi dan mencari solusi darurat, menghambat pembangunan chemistry tim.
2. Kedalaman Skuat yang Kurang Merata
Meskipun memiliki beberapa pemain bintang, kedalaman skuat Real Madrid terlihat kurang ideal untuk menghadapi tuntutan jadwal padat dan ancaman cedera.
Cadangan di beberapa posisi kunci, terutama bek tengah dan penyerang murni, tidak mampu memberikan dampak yang sama dengan pemain inti yang cedera.
Ketergantungan yang berlebihan pada beberapa individu, seperti Jude Bellingham di awal musim atau Vinicius Jr., membuat tim rentan ketika para pemain kunci ini menurun performanya atau absen.
3. Penurunan Performa Pemain Kunci dan Masalah Regenerasi
Beberapa veteran yang selama ini menjadi andalan Real Madrid menunjukkan tanda-tanda penurunan performa yang wajar seiring bertambahnya usia.
Luka Modric dan Toni Kroos, meskipun masih memiliki momen-momen brilian, tidak bisa lagi bermain penuh di setiap pertandingan dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, proses regenerasi di beberapa posisi strategis tampaknya belum sepenuhnya berjalan mulus. Pemain muda yang diharapkan bisa mengambil alih estafet belum sepenuhnya matang atau konsisten.