Pemain China 'Kupas Tuntas' Kelemahan Timnas Indonesia
- VIVA.co.id
VIVA Jabar – Jelang laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Timnas Indonesia pada 5 Juni mendatang, skuad China tampaknya telah melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan calon lawannya.
Bahkan, seorang pemain naturalisasi China, Yang Mingyang, secara terang-terangan menyoroti beberapa aspek yang dianggapnya menjadi celah bagi Timnas Indonesia.
Yang Mingyang, gelandang naturalisasi China yang baru saja disahkan perpindahan asosiasinya dari Swiss, mengungkapkan bahwa Timnas Indonesia, meski dihuni banyak pemain berdarah Eropa, dinilai memiliki kekurangan dalam hal chemistry tim.
Menurutnya, meskipun para pemain diaspora memiliki kualitas individu yang tinggi, namun mereka belum menunjukkan kekompakan yang optimal sebagai sebuah kesatuan tim.
"Mereka (pemain Indonesia) tidak sering bermain bersama," ujar Yang Mingyang seperti dilansir oleh beberapa media lokal China.
Timnas Indonesia
- VIVA.co.id
"Cuaca di Indonesia jauh lebih panas daripada di Eropa, jadi lawan mungkin tidak bisa beradaptasi dengan cepat," katanya.
Komentar ini seolah menjadi "psywar" dari kubu China yang tengah mempersiapkan diri secara intensif.
Sebelumnya, gelandang China lainnya, Li Yuanyi, juga sempat menyatakan bahwa timnya sudah "mengantongi" bekal taktik untuk menghadapi Indonesia, termasuk dengan menganalisis karakter permainan skuad Garuda.
Analisis dari pemain China ini tentu menjadi perhatian serius bagi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Dengan banyaknya pemain naturalisasi yang bergabung dalam beberapa tahun terakhir, tantangan untuk membangun chemistry yang kuat memang menjadi salah satu fokus utama staf pelatih.
Selain itu, faktor adaptasi cuaca di Indonesia yang tropis juga seringkali menjadi kendala bagi pemain-pemain yang terbiasa bermain di iklim subtropis Eropa.
Meski demikian, Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Kehadiran pemain-pemain berkualitas dari Eropa justru dianggap media China sebagai kekuatan utama Indonesia yang kini tidak bisa lagi dipandang sebagai tim Asia Tenggara biasa, melainkan lebih mirip "tim Belanda" karena skala naturalisasi yang besar.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini diprediksi akan berjalan sengit.
Timnas Indonesia tentu akan berusaha keras untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya kumpulan individu berbakat, tetapi juga tim yang solid dan mampu mengatasi tantangan adaptasi, sekaligus merespon kritik dari lawan.