Pengamat Sepakbola Minta Timnas Indonesia Sering Gelar Laga Uji Coba Jelang Kualifikasi Piala Dunia Ronde 4
- VIVA.co.id
Jabar – Pengamat sepak bola Daniel Siahaan menyarankan pelatih timnas Patrick Kluivert memperbanyak laga uji coba. Lawan yang dihadapi sebaiknya setara dengan tim di ronde keempat kualifikasi Piala Dunia.
Ia mencontohkan tim Timur Tengah seperti Qatar atau Arab Saudi yang tipikal permainannya serupa. Hal ini disampaikan dalam diskusi bersama Pro 3 RRI pada Sabtu (14/6/2025).
"Katakanlah tim Timur Tengah. Yang kekuatan tipikalnya seperti Qatar atau Arab Saudi," kata Daniel.
Daniel menyoroti keputusan AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah ronde keempat. Ia menilai keputusan itu tidak menguntungkan bagi timnas Indonesia.
Menurutnya, Indonesia dirugikan karena tak mendapat dukungan langsung dari suporter di stadion. Ia menyebut timnas lebih kuat saat bermain di Stadion Gelora Bung Karno.
"Jika kita bermain di GBK, kita sukses meraih tiga poin. Sementara di luar Indonesia, kita belum pernah meraih poin tiga," katanya.
Namun, ia mengkritik AFC yang tidak konsisten dengan pernyataan awal mengenai penunjukan tuan rumah. AFC menilai Qatar dan Arab Saudi berpengalaman menyelenggarakan turnamen besar.
Qatar disebut masih memiliki infrastruktur baik usai jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Daniel menilai infrastruktur menjadi alasan utama penunjukan kedua negara tersebut.
"Qatar baru menyelenggarakan Piala Dunia tentu masih terpelihara dengan baik. Beda halnya dengan yang lain kurang mendukung secara infrastruktur," ucapnya.
Meski begitu, ia menyarankan Indonesia tetap fokus mempersiapkan tim untuk ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Daniel meminta timnas tak terlalu memikirkan siapa tuan rumah atau keputusan AFC.
Masih ada waktu empat bulan untuk membentuk tim yang kompetitif dan solid jelang laga penting itu. Ia juga menyebut undian grup akan dilakukan pada 17 Juli 2025 mendatang.
Daniel menyoroti performa timnas Indonesia setelah kalah 0-6 dari Jepang beberapa waktu lalu. Ia menyarankan Kluivert melihat potensi pemain sesuai dengan strategi dan kebutuhan tim.
Chemistry antarpemain perlu dibangun agar permainan lebih padu dan efisien di lapangan. Menurutnya, jika bermain dengan kualitas tinggi, pengaruh tuan rumah dan wasit bisa diminimalkan.