Gagal Dapat 11 Pemain Asing, Klub Top Liga 1 Lakukan Manuver Mengejutkan

Rafael Struick
Sumber :
  • id.pinterest.id

 

img_title Perjalanan Epik Persib Bandung, Dari 1919 Sampai Dominasi Liga 1 Musim Ini

VIVAJabar – Sejumlah klub top Liga 1 mulai menyiapkan strategi baru menyusul batalnya regulasi penambahan kuota pemain asing yang sempat diwacanakan untuk musim 2025/2026. 

Meskipun sempat diajukan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), aturan yang memperbolehkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing akhirnya tidak diberlakukan setelah mendapat penolakan dari PSSI dan mayoritas klub peserta liga.

img_title Kegagalan Beruntun, Gerald Vanenburg Dianggap Tak Pantas Lagi Latih Timnas Indonesia U-23

Sebagai respons atas pembatalan tersebut, klub-klub papan atas Liga 1 kini diam-diam menyusun ulang strategi perekrutan dan pengembangan tim untuk musim 2026. 

Fokus bergeser dari kuantitas pemain asing menjadi efektivitas penggunaan kuota 8 pemain asing (maksimal 6 dimainkan) yang masih berlaku hingga musim depan.

img_title Segini Gaji Shin Tae-yong Jika Kembali Latih Timnas Indonesia U-23, Bikin Penasaran Publik

“Pemain asing yang kami datangkan sekarang tidak bisa hanya bermodal nama besar, tapi harus sesuai kebutuhan tim dan bisa langsung tampil konsisten. Tidak ada ruang untuk eksperimen,” ujar salah satu petinggi klub elite yang enggan disebutkan namanya.

Klub seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya mulai memprioritaskan posisi-posisi krusial yang benar-benar memerlukan tenaga asing, seperti gelandang bertahan, penyerang tajam, dan bek tangguh. 

 

Liga 1

Photo :
  • Pinterest

Beberapa di antaranya juga mulai membatasi durasi kontrak agar tetap fleksibel dalam rotasi pemain jika performa tidak sesuai harapan.

Sementara itu, klub promosi seperti Malut United dan Semen Padang justru menjadikan regulasi ini sebagai peluang untuk fokus mengembangkan talenta lokal dan pemain muda. 

Dengan hanya delapan kuota pemain asing, klub-klub ini menargetkan efisiensi bujet dan kolaborasi yang lebih solid antara pemain lokal dan asing.

Di sisi lain, batalnya regulasi 11 pemain asing juga mendorong klub melakukan analisis performa mendalam terhadap pemain asing musim lalu. 

Evaluasi ini dijadikan dasar utama dalam mempertahankan atau melepas pemain asing yang dinilai tidak mampu bersaing secara fisik dan taktik di Liga 1.

PT LIB sendiri telah menegaskan bahwa regulasi pemain asing tidak akan diubah untuk musim 2025/2026 dan akan dievaluasi kembali pada musim 2026/2027 setelah mempertimbangkan kesiapan klub dan masukan dari federasi.

Gagalnya regulasi penambahan kuota asing memaksa klub top Liga 1 menyusun ulang strategi musim 2026. 

Halaman Selanjutnya
img_title