Bursa Transfer Liga 1 2025/2026 Diam-Diam Mematikan! Ini Strategi Rahasia Klub Elite
VIVAJabar – Bursa transfer Liga 1 musim 2025/2026 berlangsung dalam suasana yang jauh dari hiruk-pikuk.
Tanpa banyak publikasi dan pengumuman resmi, klub-klub elite Liga 1 justru bergerak di balik layar, menjadikan bursa kali ini sebagai ajang ‘perang senyap’ untuk memperebutkan pemain terbaik, baik lokal maupun asing.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa klub-klub besar seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Bali United, hingga Borneo FC tengah berlomba mendekati target incaran tanpa ingin mencuri perhatian publik atau klub pesaing.
Strategi Diam-Diam, Target Nyata
Beberapa klub bahkan memilih tidak mengumumkan negosiasi atau proses rekrutmen hingga pemain benar-benar teken kontrak.
Ini dilakukan demi menjaga kerahasiaan dan menghindari potensi gangguan dari pihak luar.
Contohnya, Persib Bandung dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan dua pemain asing asal Asia dan Amerika Latin sejak akhir Mei, namun belum ada keterangan resmi dari manajemen klub.
Begitu pula Persija yang disebut tengah membidik bek asal Jepang dan striker dari Brasil, tapi memilih tidak memberi bocoran apa pun ke media.
Fokus Efisiensi dan Kualitas
Perang senyap ini juga dipicu oleh evaluasi performa musim sebelumnya, di mana banyak klub merasa tidak ingin lagi berjudi dengan pemain asing mahal yang tidak memberikan dampak signifikan.
Kini, klub lebih mengutamakan efisiensi bujet dan efektivitas peran di lapangan.
Selain itu, regulasi pemain asing yang tetap menggunakan skema 8 pemain asing (maksimal 6 dimainkan) juga membuat klub harus lebih selektif dalam menentukan pilihan.
Salah langkah bisa berakibat fatal pada performa tim sepanjang musim.
Klub Promosi Tak Mau Kalah
Menariknya, klub-klub promosi seperti Malut United dan Semen Padang juga ikut memainkan strategi yang sama.
Malut United bahkan disebut tengah mendekati satu pemain naturalisasi yang pernah bermain di Eropa dan saat ini masih aktif di Asia Tenggara.
Bursa transfer Liga 1 musim 2025/2026 berubah menjadi ajang persaingan strategi tertutup antar klub elit.
Perang senyap ini menunjukkan meningkatnya profesionalisme klub dalam mengatur strategi transfer, sekaligus mengindikasikan ketatnya persaingan di Liga 1 musim mendatang.