Qatar Ngotot Jadi Tuan Rumah Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ternyata Ada Alasan Tersembunyi?
- id.pinterest.id
VIVAJabar – Keputusan AFC menunjuk Qatar sebagai tuan rumah babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 menuai pro dan kontra. Banyak yang mempertanyakan dasar pemilihan yang terkesan terburu-buru dan berubah-ubah.
Awalnya AFC menetapkan aturan bahwa tuan rumah adalah dua negara dengan performa terbaik di babak ketiga. Namun aturan ini kemudian diubah dengan mempersilakan setiap negara mengajukan banding.
Log Konfederasi Sepakbola Asia (AFC)
- -
Perubahan aturan kembali terjadi ketika AFC memutuskan menunjuk tuan rumah berdasarkan ranking FIFA tertinggi. Qatar dan Arab Saudi pun terpilih dengan ranking 53 dan 58 dalam daftar FIFA.
Namun ternyata ada alasan tersembunyi mengapa Qatar begitu ngotot ingin menjadi tuan rumah. Rekor tandang mereka sangat buruk dan menjadi kelemahan fatal dalam kompetisi internasional.
Dari lima pertandingan tandang di babak ketiga, Qatar hanya mengumpulkan satu poin saja. Mereka sama sekali tidak pernah menang dan hanya sekali bermain imbang ketika bertandang.
Empat kekalahan beruntun Qatar saat main away menunjukkan betapa lemahnya mental mereka di markas lawan. Selisih gol mereka juga jelek dengan hanya mencetak empat gol dan kebobolan 17 kali.
Sebaliknya, Qatar sangat perkasa ketika bermain di kandang sendiri. Dalam delapan laga kandang, mereka meraih tujuh kemenangan dan hanya satu kekalahan.
Produktivitas Qatar di kandang mencapai 26 gol dengan rata-rata 3,25 gol per pertandingan. Angka ini sangat kontras dengan performa mereka saat bermain tandang.
Dengan menjadi tuan rumah, Qatar otomatis mendapat keuntungan home advantage yang sangat mereka butuhkan. Strategi ini cukup cerdas untuk menutupi kelemahan mereka saat bermain away.*