Respon Erick Thohir Soal Kritikan Witan Sulaeman Terkait Piala Presiden 2025
VIVA Jabar –Erick Thohir yang merupakan ketua umum PSSI telah menanggapi sebuah kritikan yang telah disampaikan oleh Witan Sulaeman yang merupakan pemain Persija Jakarta mengenai jumlah peserta Piala Presiden 2025.
Erick Thohir telah mengatakan bahwa dalam format turnamen pramusim Piala presiden 2025 ini sebenarnya bisa saja kembali ke format lama yang melibatkan seluruh tim Liga 1.
Akan tetapi menurutnya perlu ada sebuah pertimbangan yang matang dalam menghindari sebuah risiko yang tidak diinginkan seperti saudara-saudara akibat jadwal yang terlalu padat.
"Ya semua bisa saja," ujar Erick Thohir.
Witan Sulaeman
- Persija Jakarta Official
Bahkan dia juga telah mengatakan bahwa memperpanjang format kompetisi sehingga mencakup semua 18 klub Liga 1 bukan sebuah yang mustahil namun hal tersebut tergantung pada kalender kompetisi yang ideal agar tidak membebani para pemain.
"Kalau ditanya apakah kompetisi atau turnamen seperti Piala Indonesia atau Piala Presiden ini bisa diperpanjang untuk mencakup 18 klub, jawabannya mungkin saja selama kalender kompetisi memungkinkan. Pemain itu bukan robot, mereka juga perlu waktu istirahat," jelasnya.
Pada sebelumnya Witan Sulaeman yang saat ini telah bermain untuk Liga Indonesia all star dalam turnamen tersebut telah menyayangkan format turnamen yang terbatas hanya untuk 6 tim.
Bahkan dia juga telah menilai dalam turnamen pramusim Ini seharusnya menjadi sebuah ajang pemanasan yang ideal bagi semua klub Liga 1 bukan hanya klub-klub tertentu.
"Sebagai ajang pemanasan menjelang liga, turnamen ini bagus, tetapi menurut saya akan lebih baik lagi jika semua klub di Liga 1 dilibatkan, sehingga seluruh pemain bisa merasakan atmosfer kompetisi ini," kata Witan.
Pada saat ditanya apakah kritikan yang merupakan sebuah harapan agar Persija juga dapat turut serta Witan malah mengatakan bahwa pandangannya tersebut berlaku secara umum bukan khusus untuk Persija Jakarta saja.
"Sebenarnya semua tim di Liga 1 kalau menurut saya pribadi. Tidak hanya Persija saja," tegas Witan.*