Telmo Castanheira Mantap Bela Persik, Bawa Semangat Portugal ke Kediri!
VIVA Jabar – Gelandang anyar asal Portugal, Telmo Castanheira, resmi memperkuat Persik Kediri untuk musim 2025/2026 dengan tekad besar dan ambisi kuat.
Kepada awak media, Telmo mengungkapkan bahwa faktor pelatih Ong Kim Swee menjadi alasan utama ia menerima tawaran klub berjuluk Macan Putih tersebut.
Bukan tanpa alasan, keduanya sudah memiliki chemistry kuat setelah bekerja sama selama dua musim bersama Sabah FC di Liga Super Malaysia.
Bersama Ong, Telmo sukses membawa Sabah finis di papan atas klasemen, dan ia berharap bisa mengulang kesuksesan serupa di tanah Jawa.
"Saya memang mendapat beberapa tawaran, tapi coach Ong Kim Swee langsung menghubungi saya dan menjelaskan rencana besar Persik. Mereka ingin saya jadi bagian dari proyek ini," ujar Telmo.
Mantan pemain Timnas Portugal U16 dan U17 ini menegaskan dirinya siap bekerja keras untuk memberi kontribusi nyata bagi klub barunya.
"Saya adalah tipe pemain yang selalu fokus pada misi tim. Ini memang awal perjalanan saya di sini, tapi saya siap membantu rekan-rekan sekuat tenaga," katanya mantap.
Memasuki musim debutnya di Indonesia, Telmo menegaskan bahwa ia akan tampil habis-habisan di setiap pertandingan untuk memperlihatkan kualitas terbaiknya.
“Saya selalu ingin bermain maksimal di setiap laga. Itu bagian dari mentalitas saya. Saya percaya, mental pemenang sangat penting di lapangan,” tegasnya.
Bagi Telmo, Persik adalah petualangan perdana di kancah sepak bola Indonesia. Meski begitu, ia tak merasa canggung dengan suasana baru yang akan dihadapinya.
Beberapa rekan sesama pemain Portugal yang sudah lebih dulu bermain di Liga 1 membuatnya cukup familiar dengan gaya sepak bola Indonesia.
"Saya mengikuti perkembangan sepak bola di sini. Saya tahu permainan di Indonesia cepat dan intens. Transisinya sangat aktif. Tapi saya siap menghadapi semua itu," ucap pemain berusia 33 tahun ini.
Soal adaptasi cuaca, Telmo memastikan tak mengalami kesulitan berarti karena iklim di Indonesia tidak jauh berbeda dengan Malaysia.
"Saya sudah terbiasa dengan cuaca seperti ini. Saya juga tertarik mempelajari lebih banyak tentang budaya Indonesia," tambahnya antusias.