PT LIB Bakal Izinkan Suporter Tim Tamu, Tapi Persija dan Persib Tetap Dilarang

Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus
Sumber :
  • id.pinterest.id

VIVA Jabar – Ada angin segar bagi para suporter di Liga 1 2025/2026 yang akan berganti nama menjadi Super League. PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah mengkaji pelonggaran kebijakan kehadiran suporter tim tamu. 

img_title Pernyataan Thom Haye Bikin Bobotoh Tenang, Persib Bandung Dijamin Gacor di Asia

Namun, kabar ini datang dengan pengecualian penting, yakni rivalitas panas seperti antara Persija Jakarta dan Persib Bandung, serta Arema FC dan Persebaya Surabaya, masih akan membatasi pergerakan Bobotoh dan Jakmania.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan ketertiban penonton. Meski begitu, larangan bagi rivalitas tinggi masih akan dipertahankan demi alasan keamanan.

img_title Jadwal Padat Bukan Masalah, Persib Bandung Janjikan Skuad Prima Lawan Lion City Sailors

"Yang pasti tadi sudah bisa dibilang tertutup pintunya kalau suporter Persib datang ke Persija. Begitu juga suporter Persija datang ke Persib itu pasti tidak bisa," kata Ferry, Selasa (8/7/2025).

"Arema sama Persebaya juga enggak akan diizinkan untuk saat ini. Ya, tapi misalnya Dewa sama Persija, (lalu) Dewa sama barangkali Persebaya ini kan enggak ada sejarah (rivalitas) juga," tambahnya, memberi gambaran tentang klub-klub yang mungkin akan diizinkan.

img_title Patricio Matricardi Ungkap Fakta Mengejutkan, Persib Bandung Kini Lebih Solid dari Sebelumnya

Kajian pelonggaran ini juga sejalan dengan peluncuran aplikasi Sobat Liga pada April lalu. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan tiket pertandingan, tetapi juga menampilkan video dan statistik pemain, serta bertujuan untuk memudahkan identifikasi penonton.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa PSSI menginginkan peningkatan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban bagi penonton, khususnya penonton tandang. 

Ferry Paulus menambahkan bahwa Sobat Liga adalah salah satu solusi untuk membuka larangan suporter tamu yang diberlakukan pasca tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.

"Yang paling mudah ini tantangan dari liga untuk bisa mendapatkan privilege untuk bisa membuka suporter away, karena yang masih dikhawatirkan PSSI, suporter ini tidak teridentifikasi (identitasnya),” jelas Ferry.

Ferry Paulus juga mengungkapkan bahwa PT LIB kini sedang berupaya mendapatkan persetujuan dari pihak kepolisian untuk kebijakan suporter tim tamu musim depan. Dukungan dari Ketua Umum PSSI diharapkan bisa membantu mendapatkan restu dari FIFA.

"Nah, kita lagi minta persetujuan dari pihak kepolisian nanti akan juga dipandu oleh ketua umum (PSSI), supaya FIFA juga bisa memberikan restu kepada kita. Untuk klub-klub yang istilahnya tidak punya resistensi ya mudah-mudahan bisa diizinkan," paparnya.

Halaman Selanjutnya
img_title