Permainan Timnas Indonesia U23 Dinilai Tak Konsisten
- Google docs
VIVAJabar - Menurut pemerhati sepakbola Indonesia, Timnas Indonesia U23 dinilai berwarna kuning bahkan cenderung ke merah, hal ini jadi alarm kuat bagi pelatih Gerald Vanenburg.
Tingkat kesulitan yang dihadapi Kadek Aril dkk ini terus baik, ini dilihat dari grafik empat lawan yang telah dihadapinya.
Husnul Yakin pengamat sepak bola mengatakan jika Timnas Indonesia U23 menunjukkan permainan dari laga ke laga yang inkonsistensi, namun jika dari lawan yang dihadapi progres dan tantangannya sudah ideal.
"Jika dilihat dari lawan yang dihadapi progres dan tantangannya sudah ideal. Dari tim terlemah hingga terkuat. Namun secara permainan dari satu laga ke laga berikutnya, Timnas Indonesia belum menunjukkan konsistensi," kata Gusnul Yakin.
Pemerhati sepakbola asal Malang ini menyebut inkonsistensi yang dimainkan Timnas Indonesia U23 terletak pada cara menguasai bola.
Timnas Indonesia yang menghajar Brunei Darussalam, tim terlemah menghasilkan skor dengan 8-0, Filipina U23 berhasil jinak kan dengan skor 1-0, sementara dengan Malaysia U23 tanpa gol alias seri.
Kemudian laga dramatis di babak semifinal melawan Thailand U23 lewat adu penalti menghasilkan skor 7-6.
"Maaf jika saya salah. Mungkin penguasaan bola yang dimaksud Gerald Vanenburg bukan di daerah sendiri. Soal ini mungkin pemain salah menerjemahkan di lapangan. Sehingga permainan cenderung negatif. Seharusnya pemain banyak menguasai bola di daerah lawan yang berpotensi mengancam dan terjadi gol," ucapnya.
Akan tetapi Husnul Yakin kagum dengan mental pantang menyerah Timnas Indonesia U23, anak didik Gerald Vanenburg.
"Secara mental, pemain muda kita sudah teruji. Ini dilihat dari pertandingan lawan Thailand U-23. Mereka pantang menyerah, meski dengan stamina yang sudah menurun. Mental ini harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Namun untuk kekuatan fisik menurut mantan pelatih Arema ini mengaku miris, baginya ada yang salah dengan program latihan fisiknya.
"Mungkin ada yang salah program latihan fisiknya. Kekuatan fisik pemain tak merata. Bahkan ada beberapa diantaranya mengalami kram. Ini bukti ada yang kurang di latihan fisik," jelas Husnul Yakin.