Timnas Indonesia, Erick Thohir Tegaskan Tak Akan Selamanya Andalkan Naturalisasi

Erick Thohir
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi pemain tidak akan menjadi satu-satunya jalan bagi Timnas Indonesia. 

img_title Lagi Viral, 15 Tempat Makan Kekinian di Dago Bandung

Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, ia berjanji akan fokus membangun fondasi sepak bola nasional dari level paling bawah, yakni pembinaan pemain usia dini. 

Strategi ini diambil untuk memastikan regenerasi talenta lokal tidak mati, sekaligus menjaga keberlanjutan prestasi tim di masa depan.

img_title Ole Romeny Kirim Pesan Mengejutkan ke Patrick Kluivert Soal Timnas Indonesia

Pernyataan Erick Thohir ini muncul di tengah maraknya proses naturalisasi yang dianggap sebagian pihak sebagai solusi instan. 

Thohir mengakui bahwa naturalisasi masih diperlukan sebagai "jalan pintas" (quick win) untuk memperkuat tim senior agar mampu bersaing di kancah internasional dalam waktu singkat.

img_title Pemain Naturalisasi Timnas Basket RI Terhambat Aturan SEA Games 2025

Namun, ia menekankan bahwa pendekatan ini hanya akan berlaku untuk level tim senior, bukan untuk tim usia muda.

"Kita tidak akan terus-terusan membangun tim dengan naturalisasi. Naturalisasi untuk tim senior mungkin masih kita butuhkan, tapi tidak untuk tim U-17 atau U-20. Jika kita lakukan itu, kita akan 'membunuh' pembinaan di bawahnya," ujar Thohir. 

Pernyataan ini menjadi komitmen PSSI untuk menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak dan strategi jangka panjang.

Thohir juga meluruskan kesalahpahaman tentang beberapa pemain muda yang sering dianggap sebagai naturalisasi. 

Dia menyebut nama-nama seperti Mathew Baker dan Welber Jardim, yang sebenarnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang lahir di luar negeri dan sudah memegang paspor Indonesia. 

Ini menunjukkan bahwa PSSI juga memprioritaskan talenta-talenta diaspora yang memiliki ikatan kuat dengan Indonesia.

Dalam pembelaannya terhadap naturalisasi, Thohir mencontohkan beberapa negara di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab (UAE) dan Qatar yang juga menggunakan pemain naturalisasi untuk mendongkrak performa tim. 

Namun, ia menekankan bahwa PSSI akan melakukan hal serupa "tanpa mematikan regenerasi talenta lokal". 

Hal ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara memperkuat tim dan membangun ekosistem sepak bola yang sehat.

Strategi PSSI ke depan akan berfokus pada dua hal: memanfaatkan naturalisasi secara selektif untuk tim senior, dan pada saat yang sama, mengintensifkan pembinaan di level akademi dan sekolah sepak bola. 

Halaman Selanjutnya
img_title