Bek Timnas Indonesia Ini Terpuruk di FC Twente, Sepi Peminat hingga Karier Terancam
VIVAJabar – Karier Mees Hilgers bersama FC Twente mulai memasuki fase sulit. Bek Timnas Indonesia itu belum juga mendapat tawaran dari klub lain, padahal bursa transfer musim panas Eredivisie 2025/2026 tinggal menghitung hari.
Kontrak Hilgers di FC Twente akan berakhir pada Juni 2026. Biasanya, dalam situasi satu tahun tersisa, klub akan mempertimbangkan untuk melepas, memperpanjang, atau membiarkan sang pemain pergi secara gratis.
Namun, sejak musim lalu berakhir, Hilgers sudah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mencari tantangan baru dan tidak akan memperpanjang kontraknya.
"Mees Hilgers ingin naik level musim panas ini. Meski belum ada transfer yang terwujud, FC Twente berasumsi dia akan hengkang," tulis Twente Insite pada 27 Juli lalu.
Menyikapi situasi tersebut, FC Twente bergerak cepat di bursa transfer. Klub berjuluk De Tukkers itu mendatangkan beberapa pemain baru di posisi bek tengah seperti Stav Lemkin (Shakhtar Donetsk), Robin Propper (Rangers), dan Ramiz Zerrouki (pinjaman dari Feyenoord), yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan.
Mees Hilgers
- -
Kehadiran pemain-pemain tersebut memperkecil peluang Hilgers tampil musim ini. Dalam laga pramusim, ia bahkan tak diturunkan saat Twente melawan FC Porto dan Udinese. Pelatih Joseph Oosting lebih memilih memasang duet Propper dan Zerrouki sebagai bek tengah utama.
Lebih ironis lagi, Hilgers justru masuk dalam tim B FC Twente saat tim utama menjalani sejumlah laga uji coba. Padahal musim lalu, ia sempat dipercaya mengenakan ban kapten. Namun, cedera yang berulang tercatat empat kali sepanjang musim lalu membuat menit bermainnya sangat terbatas.
Di tengah keinginannya untuk hengkang, belum ada klub yang menyodorkan tawaran konkret. Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer, mengatakan pihaknya terbuka untuk negosiasi, namun tidak akan menunggu Hilgers pergi sebelum mendatangkan pemain pengganti.
"Hilgers sudah lama ingin mencari tantangan baru, dan dia akan mendapat kesempatan itu. Tapi kami harus bergerak duluan merekrut pemain yang kami butuhkan," ujar Streuer kepada ESPN, dikutip dari Twente Insite.
Lebih lanjut, Streuer menyebut kondisi keuangan klub yang mulai stabil memungkinkan mereka melakukan rekrutmen tanpa harus bergantung pada penjualan pemain.