Timnas Indonesia Tiru Sistem Jerman dan Inggris

Timnas Indonesia
Sumber :
  • id.pinterest.id

VIVAJabar – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa prioritas utama organisasi saat ini adalah memperkuat tim nasional Indonesia, sebagaimana model federasi di Jerman dan Inggris yang memang hanya fokus ke Timnas, bukan liga domestik. 

img_title Sinyal Positif Tim Geypens untuk Timnas Indonesia U-23

Dia menyatakan bahwa liga lokal saat ini telah dikelola oleh operator terpisah yaitu I.League sehingga PSSI bisa mengalihkan seluruh perhatian ke pengembangan prestasi nasional. 

Dalam konferensi pers, Erick menekankan pentingnya pembangunan sistem sepak bola yang berorientasi jangka panjang, mulai dari timnas anak-anak hingga kelompok senior. 

img_title Ole Romeny Kirim Pesan Mengejutkan ke Patrick Kluivert Soal Timnas Indonesia

Dia menyebut bahwa timnas kelompok umur, seperti U‑17 dan U‑20, perlu mendapat perhatian penuh, sejalan dengan dorongan FIFA untuk memperbanyak jadwal pertandingan internasional tim nasional. 

Erick juga menyoroti praktik regulasi unik di Indonesia seperti kewajiban pemain U‑23 dan U‑21 wajib bermain 45 menit di liga, yang menurutnya tidak lazim di liga-liga dunia dan perlu dievaluasi agar mendukung persiapan tim nasional. 

img_title Gerald Vanenburg Geram, Ferry Paulus Blak-blakan Soal Regulasi U-23

Menurutnya, liga-liga Eropa seperti Premier League dan Bundesliga menjalankan sistem yang berbeda dan lebih efektif dalam memisahkan peran liga dan federasi. 

Meskipun banyak kritik bahwa PSSI mengabaikan liga domestik, Erick justru bersikap cuek dan lebih memilih berkonsentrasi pada target tim nasional, yakni lolos Piala Dunia 2026 dan meraih prestasi di pentas Asia. 

Dia membandingkan bahwa federasi di Jerman dan Inggris pun tidak bersinggungan langsung dengan manajemen liga namun tetap menyokong sepak bola nasional secara sistemik. 

Dalam arah kebijakan yang ditegaskannya, Erick menuntut kesabaran publik terhadap periode pembangunan yang tengah dijalankan, termasuk kepada pelatih seperti Patrick Kluivert yang dikontrak untuk jangka waktu dua tahun tanpa tergesa-gesa diambil keputusan. 

Dia juga mengambil pelajaran dari pengalaman penunjukan Shin Tae‑yong yang diberikan waktu selama lima tahun sebelum akhirnya digantikan bila target tak tercapai. 

Secara keseluruhan, ini merupakan perubahan filosofi manajemen sepak bola nasional. 

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, PSSI berdiri di jalur pembangunan jangka panjang dengan menempatkan tim nasional sebagai tulang punggung kebijakan, sementara liga domestik berjalan sendiri tanpa gangguan interferensi langsung dari federasi.