Timnas Indonesia U-23 Bikin Gerah Media Vietnam Usai AFF, Ini Biang Keroknya
- Instagram @vivagoal
VIVAJabar – Media Vietnam kembali melontarkan kritik tajam terhadap Timnas U-23 Indonesia setelah laga final Piala AFF U-23 2025.
Meski berhasil meraih gelar juara dengan susah payah, skuad asuhan Gerald Vanenburg justru menuai kecurigaan dan ketidakpuasan dari media Vietnam.
Salah satu sumber utama kritik datang dari The Thao247, yang menyoroti rencana Indonesia menambah pemain naturalisasi jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Mereka menyebut, langkah tersebut berpotensi “mengganggu keseimbangan persaingan” di level Asia Tenggara dan membuat Vietnam perlu lebih waspada terhadap kekuatan baru Garuda Muda.
Mauro Zijlstra, pemain berdarah Indonesia-Belanda, disebut-sebut akan segera memperkuat lini depan Timnas U-23.
Hal ini menambah daftar pemain keturunan yang mulai konsisten dimasukkan ke dalam skuad oleh PSSI.
Kehadiran pemain seperti Zijlstra dipandang Vietnam sebagai bentuk “keuntungan tidak wajar”.
Tak hanya soal naturalisasi, media Vietnam juga sempat menyinggung keputusan taktik Vanenburg selama semifinal melawan Thailand.
Saat itu, bek Muhammad Ferarri dimainkan sebagai striker, dan strategi unik ini berujung gol penyeimbang sebelum Indonesia menang lewat adu penalti.
Mereka menganggap ini sebagai “langkah tidak lazim” namun efektif.
Sementara itu, kapten tim Kadek Arel juga menjadi sorotan tajam. Media Vietnam menilai kepemimpinannya belum cukup solid, bahkan beberapa media Amerika ikut mempertanyakan strategi pergantian pemain yang minim selama turnamen berlangsung.
Ketegangan antara media Vietnam dan Indonesia sebenarnya sudah lama terjadi setiap kali kedua negara bertemu di turnamen ASEAN.
Namun kali ini, pernyataan dan kritik yang muncul lebih menyentuh aspek teknis dan regulasi pemain, bukan hanya hasil di lapangan.
Dengan jadwal Kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan dimulai awal September 2025, Timnas Indonesia kini berada dalam sorotan tajam.
Bukan hanya soal performa, tapi juga soal etika perekrutan pemain dan kesiapan mental menghadapi tekanan dari publik luar negeri.