Timnas Indonesia Diterpa Kabar Buruk, 2 Pemain Naturalisasi Masih Berstatus Tanpa Klub
VIVAJabar – Juru taktik Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menghadapi tantangan baru. menjelang dimulainya musim kompetisi Eropa. Dua pemain yang dinaturalisasi, Mees Hilgers dan Thom Haye, yang menjadi andalan tim Garuda, hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan mengenai masa depan mereka di klub masing-masing.
Hal ini jelas menjadi perhatian yang serius, mengingat keduanya diharapkan dapat memberikan kontribusi besar untuk agenda internasional Timnas ke depan.
Mees Hilgers, seorang bek tengah, sebenarnya memiliki kontrak yang berlaku sampai tahun 2026 dengan FC Twente. Namun, tanda-tanda bahwa dia akan pergi mulai tampak jelas.
Klub asal Belanda itu bahkan telah mendapatkan tanda tangan Stav Lemkin, bek muda dari Shakhtar Donetsk dengan biaya 1,5 juta euro (sekitar Rp28,4 miliar).
Kedatangan Lemkin dianggap sebagai langkah siasat jika Hilgers benar-benar pergi. Terbukti, dalam dua pertandingan persahabatan terakhir melawan FC Porto dan Udinese, nama Hilgers tidak lagi terdaftar dalam skuad.
Kejadian ini semakin memperkuat indikasi bahwa FC Twente bersiap untuk melepaskan pemain berusia 24 tahun tersebut.
Walaupun Feyenoord Rotterdam menunjukkan ketertarikan pada musim lalu, sampai sekarang belum ada tawaran konkret untuk Hilgers.
Jika dia benar-benar direkrut oleh Feyenoord, Hilgers berpotensi untuk tampil di Liga Champions musim ini—sebuah kesempatan yang tentu memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia juga.
Di sisi lain, situasi Thom Haye juga tidak kalah mengkhawatirkan. Gelandang berusia 30 tahun ini resmi meninggalkan Almere City pada 1 Juli 2025, dan sampai saat ini masih tanpa klub.
Belum diketahui apa penyebab lamanya Haye mencari klub baru, namun keadaan ini bisa berdampak buruk jika berlangsung terlalu lama.
Terbatasnya waktu bermain pastinya akan memengaruhi performa gelandang ini jika dipanggil kembali untuk membela Tim Garuda.
Ketidakpastian yang dialami oleh kedua pemain ini membuat Patrick Kluivert harus lebih waspada.
Mengingat padatnya jadwal internasional Timnas Indonesia dalam beberapa bulan mendatang, kestabilan performa pemain di level klub sangat diperlukan.
Jika kondisi ini tidak segera membaik, bukan tidak mungkin Kluivert harus berpikir lebih keras untuk mencari alternatif lain di sektor tengah dan pertahanan.