Timnas Indonesia Tambah 4 Pemain Naturalisasi, Vietnam Makin Ketar-ketir
- Istimewa
VIVAJabar – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kembali membuat gebrakan besar jelang perhelatan SEA Games 2025.
Ia mengonfirmasi bahwa federasi telah mengajukan sejumlah nama pemain keturunan untuk dinaturalisasi, guna memperkuat Timnas Indonesia, termasuk skuad U-23 yang akan tampil di ajang multievent Asia Tenggara tersebut.
Dalam pertemuan bersama Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, Erick menyerahkan beberapa nama baru yang kini sedang dalam proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Meskipun belum dibuka ke publik, empat nama yang terungkap terdiri dari tiga pemain putri Pauline van de Pol, Isabelle Nottet, dan Isabel Kopp serta satu pemain putra yakni Mauro Zijlstra, penyerang muda kelahiran Belanda.
Tak berhenti di situ, PSSI juga tengah memproses naturalisasi tiga pemain keturunan lainnya, yakni Miliano Jonathans, Adrian Wibowo, dan Laurin Ulrich, yang memiliki potensi besar di posisi sayap dan gelandang serang sektor yang krusial dalam permainan modern.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar Timnas Indonesia untuk merebut kembali medali emas SEA Games 2025, sekaligus menandai kebangkitan sepak bola nasional setelah progres signifikan dalam dua tahun terakhir.
Kehadiran para pemain diaspora ini sontak memicu reaksi dari sejumlah media Vietnam, yang menyebut bahwa Indonesia kini menjadi ancaman serius di level U-23. Dengan kekuatan yang semakin solid, Vietnam tak bisa lagi memandang remeh rival lamanya di Asia Tenggara.
“Jika naturalisasi ini tuntas sebelum SEA Games, maka kekuatan Indonesia akan meningkat tajam dan menjadi favorit baru untuk juara,” tulis salah satu media olahraga Vietnam.
Selain penguatan timnas, Erick Thohir juga menjelaskan rencana reformasi liga akar rumput, termasuk pembentukan Liga 4 di tingkat Kabupaten/Kota yang akan memperebutkan Piala Bupati/Wali Kota, dan Liga 3 di level Provinsi dengan Piala Gubernur sebagai trofi utama. Pemenang dari kedua jenjang akan bersaing di tingkat nasional untuk memperebutkan Piala Presiden.
Kombinasi antara sistem kompetisi yang dibenahi dan penambahan kekuatan pemain diaspora membuat Indonesia diyakini siap bersaing ketat di SEA Games 2025 dan Vietnam, kini, tak bisa lagi merasa di atas angin.*