Shafira Ika Putri Tersingkir dari Skuad ASEAN Women’s Championship 2025
- Instagram @shafiraikaputri13
VIVAJabar – Indonesia akan berlaga di ASEAN Women’s Championship 2025 mulai 6–19 Agustus di Vietnam, namun keputusan pelatih Joko Susilo mengejutkan publik: sang kapten tim, Shafira Ika Putri, tidak termasuk dalam daftar 23 pemain yang dipanggil.
Menanggapi hal ini, Shafira Ika Putri memberikan klarifikasi singkat namun tegas melalui media—bahwa absennya dirinya bukan karena masalah pribadi, melainkan merupakan bagian dari strategi rotasi pelatih dalam membentuk komposisi tim terbaik.
Pelatih Joko Susilo memang melakukan banyak perubahan dibanding skuad yang mengawali Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.
Turnamen ini tidak termasuk kalender FIFA, sehingga beberapa pemain—termasuk diaspora dan kapten—tidak dipanggil.
Skuad Indonesia kali ini diisi oleh kombinasi pemain domestik dan tiga wajah baru keturunan: Isa Warps, Noa Leatomu, dan Estella Loupattij.
Nama Shafira Ika Puntri tidak muncul dalam susunan bek, padahal sebelumnya menjadi figur penting dalam skuad.
Kembali munculnya nama Shafira dalam diskusi publik menunjukkan betapa besarnya ekspektasi terhadap perannya.
Banyak yang bertanya-tanya mengapa kapten Timnas Putri sampai dicoret, hingga viral di media sosial.
Tak ada Shafira, tetapi Garuda Pertiwi tetap menghadapi tantangan berat di Grup A melawan Thailand, tuan rumah Vietnam, dan Kamboja.
Joko Susilo menekankan pentingnya kebersamaan dan taktik adaptif untuk melaju ke babak selanjutnya.
Meski keputusan ini membuat kaget, justru bisa menjadi momentum pembuktian baru—baik bagi pemain yang tersisa maupun pemimpin baru dalam tim.
Dalam perjuangan menuju juara regional, setiap keputusan teknis adalah langkah membentuk tim yang lebih kuat dan siap tempur.
Shafira Ika Putri, yang dikenal selama ini sebagai kapten dan figur sentral dalam tim nasional, kini menyebut kebijakan rotasi sebagai alasan utama ketidakhadirannya di skuad ASEAN Women’s Championship 2025.
Sebelumnya, rotasi ini juga menyasar beberapa nama besar lainnya karena turnamen ini berada di luar kalender FIFA, sehingga klub-klub tidak wajib melepas pemainnya.