Mees Hilgers Gabung Crystal Palace, Berpotensi Jadi Pemain Termahal Timnas Indonesia
- Instagram @suliantii_endahh19
VIVAJabar – Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, dikabarkan resmi bergabung dengan klub Liga Inggris, Crystal Palace.
Kepindahan ini menjadi sorotan besar lantaran Hilgers berpotensi mencetak rekor sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Kabar kepindahan Hilgers pertama kali diungkap oleh media Belanda Twente Insite, yang melaporkan bahwa pemain berusia 23 tahun itu telah menyepakati syarat pribadi dengan Crystal Palace.dokumen
Klub Premier League tersebut dikabarkan memenangkan persaingan dari sejumlah tim Eropa lainnya, termasuk dari Spanyol dan Italia, yang juga meminati jasa Hilgers.
Meski belum diumumkan secara resmi oleh pihak klub maupun sang pemain, sejumlah sumber meyakini bahwa proses transfer tinggal menunggu finalisasi dokumen.
Jika transfer ini benar-benar terealisasi, Mees Hilgers berpotensi menjadi pemain dengan nilai transfer tertinggi dalam sejarah Timnas Indonesia.
Saat ini, nilai pasar Hilgers diperkirakan mencapai 6,5 juta euro atau sekitar Rp123 miliar.
Angka ini hanya terpaut tipis dari rekor yang dipegang oleh Jay Idzes, yang bergabung ke klub Serie A, Sassuolo, dengan nilai transfer mencapai 8 juta euro.
Mees Hilgers
- Instagram @suliantii_endahh19
Spekulasi transfer Hilgers semakin menguat setelah ia absen dalam pertandingan penting FC Twente kontra PEC Zwolle.
Selain itu, Twente baru saja merekrut bek baru, Stav Lemkin, yang diduga menjadi pengganti Hilgers di lini belakang.
Namun begitu, belum ada konfirmasi dari pihak FC Twente. Direktur Teknik klub, Jan Streuer, ketika ditanya soal rumor ini mengaku belum mengetahui kabar kepindahan pemainnya ke Crystal Palace.
Hal senada disampaikan jurnalis kenamaan Fabrizio Romano. Dalam pernyataan singkatnya, Romano mengatakan, “Saya tidak tahu,” saat ditanya mengenai keabsahan kabar transfer Hilgers ke Premier League.
Meski ramai diberitakan di Indonesia, sebagian publik sepak bola Belanda justru mempertanyakan validitas kabar ini.
Mereka menilai sumber pemberitaan awal tidak kredibel dan menduga rumor ini merupakan bentuk sensasi tanpa dasar kuat.