Rambut Cewek Ternyata Bisa Jadi Kode Rahasia Intelijen! Ini Sejarahnya di Berbagai Budaya

Ilustrasi Hairstyle
Sumber :
  • Pinterest

 

img_title Megawati Hangestri Cetak Sejarah Langsung Bawa Manisa BBSK Juara Liga Turki

VIVAJabar - Gaya potong rambut perempuan bukan sekadar tren kecantikan. Di berbagai budaya dan zaman, potongan rambut punya makna yang dalam mulai dari simbol status sosial, bentuk perlawanan, hingga lambang perubahan hidup. 

Yuk, telusuri sejumlah fakta unik tentang sejarah potong rambut perempuan di berbagai budaya yang mungkin belum pernah kamu dengar!.

img_title Healing Murah Meriah di Bandung, Coba Main ke Tahura Dijamin Nagih

1. Potong Rambut sebagai Simbol Kesedihan di Jepang Tradisional

Dalam budaya Jepang kuno, perempuan sering memotong rambutnya sebagai tanda berkabung atau putus cinta. 

img_title Situ Ciburuy, Wisata Air Ikonik Bandung yang Sarat Sejarah dan Budaya

Rambut panjang adalah simbol keanggunan dan kesetiaan, sehingga ketika seorang wanita memotong rambutnya pendek, itu dianggap sebagai tindakan dramatis untuk menandai akhir hubungan atau masa duka.

Sampai sekarang, potong rambut setelah putus cinta masih menjadi bentuk "healing" emosional bagi banyak perempuan di berbagai negara.

2. Mesir Kuno: Rambut Pendek untuk Kenyamanan dan Status

Perempuan bangsawan di Mesir kuno sering mencukur rambutnya atau menggunakan wig. Ini dilakukan untuk alasan higienis dan status sosial. 

Rambut pendek atau kepala plontos menunjukkan bahwa mereka punya akses ke perawatan diri dan pelayan pribadi.

Wig-wig mewah dengan desain rumit juga menunjukkan kelas sosial dan gaya pribadi perempuan Mesir saat itu.

3. Tiongkok Kuno: Rambut Panjang Adalah Kehormatan

Di Tiongkok zaman dulu, rambut dianggap sebagai anugerah dari orang tua, jadi memotong rambut adalah hal yang tabu. 

Potongan rambut pendek bahkan bisa menjadi hukuman bagi perempuan yang melanggar norma sosial.

Sampai era modern, rambut panjang tetap jadi simbol tradisional bagi perempuan Tiongkok dalam acara budaya atau pernikahan.

Ilustrasi Hairstyle

Photo :
  • Pinterest

4. 1920-an: Gaya Bob sebagai Simbol Emansipasi

Ketika perempuan mulai memotong rambutnya dengan gaya bob pendek di tahun 1920-an, itu dianggap sebagai tindakan radikal. 

Gaya ini populer di kalangan perempuan “flapper” yang memberontak terhadap norma gender tradisional.

Gaya bob menjadi simbol kebebasan, kesetaraan, dan pemberontakan sosial saat perempuan mulai bekerja dan mengklaim hak suara.

5. Afrika: Rambut sebagai Kode Komunikasi

Di banyak suku Afrika, gaya rambut perempuan bukan hanya soal estetika—tapi juga identitas sosial, usia, status pernikahan, hingga status ekonomi. 

Halaman Selanjutnya
img_title