Pariwisata Outdoor di Jabar Pertama Kali Dibuka Sejak Masa Endemi

Destinasi Wisata, Kopi Pringayu (Puncak Bogor)
Sumber :
  • Screenshoot berita sahijab.com

VIVA Jabar - Hampir seluruh negara telah menutup darurat Covid-19. Publik pun telah lama menjalani endemi atau menghadapi era new normal atau kenormalan baru. Masing-masing negara telah membuka kawasan-kawasan publik secara bertahap.

img_title Dedi Mulyadi Geram, Sampah Pasar Caringin Tak Kunjung Terselesaikan

Termasuk di Indonesia. Selain tempat ibadah, area publik yang telah dibuka adalah mal, kafe dan restoran. Kewajiban masker pun ditiadakan.

Kawasan publik lain yang telah lama dibuka secara bertahap adalah area pariwisata outdoor. Area ini pasti sudah sangat ditunggu masyarakat yang sudah lama berdiam di rumah dan tak bisa rekreasi karena pandemi.

img_title Mau Healing ke Bandung, Ini 11 Desa Wisata yang Wajib Masuk List

Melansir intipseleb.com, salah satu pemerintah daerah yang telah melonggarkan aturan adalah Jawa Barat. Kawasan wisata outdoor di Jawa Barat akan kembali dibuka secara perlahan selama pandemi virus corona atau covid-19.

img_title Akhirnya, Bareskrim Jadwalkan Mediasi Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Pekan Ini

Langkah ini akan berlaku secara bertahap dengan pengawasan dan kajian evaluasi selama pandemi.

Pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan, sebelum pariwisata, kawasan restoran dan kafe lebih dahulu akan dibuka.

"Minggu depan sebenarnya mulai perdagangan kafe, restoran dan lain sebagainya nah setelah minggu depan berikutnya pariwisata. Nah pariwisata juga dibagi, ada pariwisata outdoor, itu relatif lebih aman," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Selasa 9 Juni 2020.

Destinasi Wisata, Kopi Pringayu (Puncak Bogor)

Photo :
  • Screenshoot berita sahijab.com

Ridwan Kamil menegaskan untuk pariwisata indoor dipastikan tidak akan dibuka karena diduga berpotensi menjadi sumber penularan covid-19.

"Nah pariwisata yang indoor jangan dulu. Jangan membuka dulu hiburan malam yang sifatnya bioskop karaoke karena di Korea Selatan second wave itu datang dari kegiatan pariwisata indoor," katanya.

"Jadi kami merekomendasikan ke seluruh bupati wali kota, pariwisata dahulukan yang outdoor, setelah termonitor aman tujuh hari pariwisata indoor itu dipertimbangkan," tambahnya.