Wajib Tahu, Ini 5 Vihara Bersejarah di Bandung, Saksi Bisu Keberagaman Kota Kembang
VIVAJabar – Di tengah hiruk pikuk modernisasi, Kota Bandung menyimpan permata-permata spiritual yang kaya akan sejarah dan makna.
Lima vihara kuno berdiri kokoh, bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang toleransi dan keberagaman budaya di Kota Kembang.
Situs-situs ini menawarkan jendela unik ke masa lalu, memancarkan aura ketenangan dan kebijaksanaan.
Setiap vihara memiliki cerita dan arsitektur unik yang mencerminkan evolusi komunitasnya.
Dari yang tertua hingga yang menjadi pusat pengembangan ajaran, kelimanya merepresentasikan harmonisasi keyakinan dan warisan budaya yang tak ternilai.
Mereka adalah bukti nyata bagaimana Bandung merangkul perbedaan.
Menelusuri Jejak Sejarah di 5 Vihara Bersejarah Bandung:
1. Vihara Dharma Ramsi (Didirikan 1954):
Terletak di Gg. Ibu Aisah No.18 9A, Cibadak, vihara ini merupakan salah satu yang tertua di Bandung.
Dikenal dengan prinsip Tri Dharma, Vihara Dharma Ramsi terbuka bagi berbagai latar belakang, melayani komunitas Buddha dan Konghucu dengan tradisi Buddha Tiongkok.
2. Vihara Vimala Dharma (Didirikan 1959):
Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No.5, vihara ini didirikan oleh Bhante Ashin Jinarakkhita dan berperan penting dalam penyebaran Buddhisme di Jawa Barat.
Dari struktur sederhana, tempat ini telah berkembang menjadi vihara modern, berfungsi sebagai pusat spiritual dan pelatihan bagi generasi muda Buddhis.
3. Vihara Vipassana Graha (Didirikan 1992):
Vihara Theravada penting ini berlokasi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Jl. Kolonel Masturi No.69, Sukajaya.
Pembangunannya dimulai setelah berdirinya MAPANBUDHI pada tahun 1976, menyediakan tempat ibadah permanen bagi umat Buddha Theravada dengan dukungan dari berbagai kedutaan internasional.
4. Vihara Satya Budhi (Didirikan 1855):
Dikenal sebagai Hiap Thian Kong, ini adalah vihara tertua di Bandung, berlokasi di Jl. Kelenteng No.10 23A, Ciroyom, Andir.
Vihara ini menjadi simbol toleransi antarumat beragama, melayani Buddhisme, Konghucu, dan Taoisme, dengan ornamen kekaisaran Tiongkok yang megah dan berfungsi sebagai situs warisan budaya yang terawat.
5. Vihara Samudra Bhakti (Dibangun 1972 & 1987):
Berdekatan dengan Vihara Satya Budhi di Jl. Kelenteng No. 10, Ciroyom, vihara ini dibangun dalam dua tahap.