4 Monumen Bersejarah di Bandung, Cocok Dikunjungi untuk Peringatan Kemerdekaan
- Instagram @aryadutabandung
VIVAJabar – Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah monumen ikonis di kota Bandung menjadi sorotan karena makna sejarah dan perannya dalam merawat rasa nasionalisme.
Setidaknya empat monumen utama direkomendasikan sebagai destinasi edukatif sekaligus simbol semangat perjuangan bangsa.
Pertama, Monumen Bandung Lautan Api yang menjulang sekitar 45 meter di Lapangan Tegallega menyimpan kisah heroik.
Dibangun sebagai penanda perjuangan saat rakyat membakar kotanya sendiri pada 23 Maret 1946 agar tak dijadikan markas militer Belanda.
Relief hingga desain obornya menjadi simbol jiwa nasionalisme yang membara.
Selanjutnya, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dikenal juga sebagai Monju, berdiri kokoh di Jalan Dipatiukur dekat Gedung Sate.
Monumen berbentuk bambu runcing ini menyuguhkan diorama, museum mini, dan relief perjuangan rakyat dari masa kerajaan hingga revolusi kemerdekaan.
Tidak ketinggalan, Monumen Solidaritas Asia Afrika di Jalan Asia Afrika menjadi lambang persatuan antar negara Asia dan Afrika.
Dengan desain menyerupai bola dunia dan dukungan koleksi sejarah di Museum Konferensi Asia Afrika, tempat ini mengingatkan kita pada semangat kolaborasi Bandung dalam konferensi ikonik 1955.
Keunikan lain yang tak kalah menarik adalah Monumen Purwa Aswa Purba, replika lokomotif uap jadul yang ditempatkan di pintu selatan Stasiun Bandung.
Sebagai saksi bisu transportasi masa lalu, monumen ini mencuri perhatian dengan estetika kereta klasik dan sejarah perkeretaapian di Jawa Barat.
Keempat, Monumen Husein Sastranegara dan Pesawat Casa C-212 di depan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara menyuguhkan kisah perjuangan penerbangan bangsa.
Penugasan perdana pesawat ini dalam operasi-perasi penting di masa revolusi fisik menjadi simbol keberanian dan dedikasi penerbang pejuang.
Mengunjungi monumen-monumen ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membangkitkan cinta tanah air di tengah centangnya modernitas kota.
Setiap sudutnya mengingatkan bahwa kemerdekaan dibangun dengan pengorbanan — warisan yang layak dirawat dan diteruskan ke generasi mendatang.