Jejak Bersejarah Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka Bandung

Gedung Merdeka
Sumber :
  • Instagram @rayidryan

gedungVIVAJabar – Terletak di pusat Kota Bandung, Gedung Merdeka awalnya dibangun pada tahun 1895 sebagai Societeit Concordia, tempat bersosialisasi masyarakat kolonial Belanda

img_title Eliano Reijnders Ungkap Perbedaan Sepak Bola Eropa dan Indonesia, Diluar Dugaan

Desainnya kemudian diperbarui pada 1926 oleh arsitek terkenal seperti Van Galen dan C.P. Wolff Schoemaker dengan gaya Art Deco, kemudian dilengkapi sayap baru ala Streamline Moderne oleh Albert Aalbers pada 1940.

Saat menjelang Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955, Presiden Soekarno mengganti nama gedung ini menjadi “Gedung Merdeka” pada 7 April 1955—sebagai simbol kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

img_title Dali Tahir Ingatkan Puan Maharani, Naturalisasi Ancam Talenta Lokal

Gedung Merdeka kemudian menjadi tuan rumah KAA yang digelar antara 18–24 April 1955. 

Konferensi ini diikuti 29 negara dari Asia dan Afrika, mewakili lebih dari separuh populasi dunia, dan menjadi cikal bakal gerakan Non-Aligned Movement. 

img_title Eliano Reijnders Lebih Pilih Persib Bandung, Media Belanda Sampai Angkat Bicara

Dari sinilah, deklarasi “Dasasila Bandung”—berisi sepuluh prinsip perdamaian dan kerja sama—ditetapkan sebagai perekat dan tonggak solidaritas Asia-Afrika.

Pada peringatan ke-25 konfrensi, 24 April 1980, Gedung Merdeka diresmikan menjadi Museum Konferensi Asia-Afrika oleh Presiden kedua RI, Soeharto. 

Museum ini memajang foto, artefak, dan menyuguhkan ruang audiovisual yang membawa pengunjung menapak tilas sejarah KAA.

Pengunjung dapat merasakan kembali atmosfer KAA, menyusuri lorong-lorong diplomasi, hingga menikmati desain arsitektural yang masih memancarkan aura kolonial dan semangat kemerdekaan.

Gedung Merdeka kini menjadi jantung kawasan bersejarah Asia-Afrika yang digadang layak didaftarkan sebagai Warisan Dunia UNESCO

Hal ini tak hanya sebagai pelestarian fisik, tetapi juga simbol “spirit Bandung” yang relevan dalam menciptakan perdamaian dunia.