Liburan Makin Greget, Wisata Canyoning Jawa Barat Jadi Incaran Traveler
- Instagram @canyoneeringbanjarnegara
VIVAJabar – Bosan dengan cara biasa menikmati air terjun? Jawa Barat kini menawarkan pengalaman baru melalui aktivitas canyoning, petualangan seru yang memadukan keindahan alam dan sensasi adrenalin.
Meski belum banyak dikenal, aktivitas ini hanya bisa dilakukan di air terjun tertentu yang memenuhi standar keamanan.
Canyoning adalah kegiatan menelusuri ngarai atau aliran sungai yang melibatkan teknik mendaki, meluncur di arus, serta rappelling turun tebing menggunakan tali di tengah guyuran air terjun.
Di Jawa Barat, olahraga ini semakin populer karena lokasinya menawarkan jalur menantang dengan panorama alami.
Musim hujan menjadi tantangan tersendiri, sebab debit air yang tinggi membuat aktivitas rappelling semakin menegangkan.
Pekan lalu, tim Tempo mencoba jalur ini di Curug Cibingbin, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hanya sekitar satu jam perjalanan dari Jakarta.
Di lokasi, mereka bertemu Dadan Anwarudin alias Edo (42), pendiri Canyoning Sentul.
“Kita mau coba menghadirkan wahana baru untuk kegiatan petualangan,”
ujar Edo yang mulai membuka jalur canyoning ini pada 2021.
Olahraga ini masuk ke Indonesia sekitar 2009 melalui canyoneer asal Prancis, Michael Denissot, yang mengeksplorasi lembah bebatuan di Bali.
Setahun kemudian, ia membuka operator canyoning pertama di sana.
Kini, olahraga ini berkembang ke beberapa daerah, termasuk Jawa Barat.
Melihat potensi tersebut, Edo menghadirkan paket wisata canyoning di Sentul lebih mudah diakses warga Jabodetabek.
Tarifnya Rp 450 ribu hingga Rp 850 ribu per orang, tergantung jumlah peserta.
Biaya sudah termasuk retribusi wisata, pemandu, snack, perlengkapan keselamatan, dan asuransi.
Dalam paket petualangan ini, peserta akan mengunjungi lima air terjun di kawasan Sentul Jawa Barat:
Curug Cibingbin (22 m)
Curug Perawan (3 m)
Curug Tiga Perjaka (23 m)
Curug Cisalada (10 m)
Curug Ngumpet (14 m)
Perjalanan dimulai dengan trekking ke Curug Cibingbin, mendaki ke Curug Ngumpet, lalu turun tebing (rappelling) bertahap sambil melewati Curug Cisalada dan Curug Tiga Perjaka, dan kembali lagi ke Cibingbin untuk manuver terakhir.
Untuk yang suka tantangan, ada opsi shower climbing di Curug Cibingbin.