Ajak Kapolda Jadi Saksi di MK Soal Pilpres, LPI: PDIP Sakit Jiwa, Bubarkan Saja!

Ilustrasi kotak suara Pemilu 2024.
Sumber :
  • Ist.

VIVA Jabar – Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Muda Saleh menilai sikap PDIP soal rencana membawa seorang Kapolda menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah hal yang tidak wajar. 

"PDIP ini makin kemari makin lucu, rakyat tidak memilih mereka. Sakit jiwa mereka ini, gak beres partai ini, bubarkan saja lah, rusuh!," tegas Muda kepada awak media, hari ini di Jakarta. 

Muda mengatakan, bahwa hasil perhitungan suara yang terjadi di Yogyakarta menjadi bukti bahwa masyarakat tidak memilih Pemimpin dari PDIP. 

"Bayangkan saja, di Yogya, dari PDIP minta pemungutan ulang, yang tadinya mereka menang, setelah pemungutan ulang justru Ganjar-Mahfur yang tersungkur," tambah Muda. 

Adapun terkait sosok Kapolda yang aka  dihadirkan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait indikasi kecurangan Pilpres, menurut Muda ada indikasi jahat yang akan dilakukan PDIP terkait kekalahan yang dialami. 

"Mereka gak percaya di Jateng kalah, jangankan Jateng, di kota-kota basis mereka saja kalah juga. Ini intinya PDIP ada indikasi mau bikin kisruh suasana, dan ini bahaya untuk demokrasi di Indonesia dan kalau akhirnya rakyat jelas tidak pilih pemimpin dari PDIP, dan terbukti PDIP kalah, partai ini bisa bubar karena kepercayaam publik makin terkikis," tukasnya.