Tergoda Penghasilan Rp10 Juta Per Bulan, Ratusan Warga Subang Migrasi ke Taiwan

Ilustrasi pekerja.
Sumber :

Jabar – Kabupaten Subang masuk lima besar penyumbang tenaga kerja Indonesia yang saat ini berubah nama menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat.

Khususnya di Subang, peminat calon PMI ke luar negeri sangat tinggi. Berdasarkan data dari Disnakertrans Subang, tidak kurang dari 3000 PMI berangkat ke luar negeri menjadi pembantu rumah tangga.

"Betul, tiap tahun peminat lumayan banyak," ujar Dedi selaku Kabid Bina Penta dan perluasan TKI Disnakertrans Subang pada Viva Jabar, Kamis (18/7).

Para peminat tenaga kerja asal Subang tersebut tergoda oleh penghasilan yang besar. Dedi menyatakan jika penghasilan menjadi pembantu rumah tangga saja di negara Taiwan per bulan nya bisa digaji Rp10 juta.

Atas dasar tersebut, warga Subang memilih negara Taiwan sebagai tujuan utama menjadi PMI.

"Penghasilan mencapai Rp10 juta per bulan, makanya 50 persen PMI asal Subang yang berangkat ke luar negeri menjatuhkan pilihan ke negara Taiwan," ungkapnya.

Selain itu, Dedi menyebut, rata-rata usia calon PMI yang berangkat ke luar negeri berkisar 20-30 tahun, dengan bekal ijazah SMA.

Disinggung mengenai status pernikahan, pejabat eselon III tersebut, menerangkan bahwa para calon PMI yang berangkat ke luar negeri biasanya sudah berstatus cerai dengan pasangannya. Namun ada beberapa yang masih terikat dengan pernikahan.

"Janda mendominasi, walaupun ada beberapa yang masih terikat tali pernikahan," terang Dedi.

Salah satu calon PMI asal Subang, Rikmayanti (20) mengatakan, besarnya penghasilan bekerja di negara luar membuatnya mendaftarkan diri menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di negara Taiwan.

Berawal dari ajakan teman nya yang sudah dahulu bekerja di Taiwan, ia berharap bisa membantu perekonomian keluarga saat bekerja di luar negeri.

"Mending migrasi ke Taiwan, sekarang yang dibutuhkan apa sih? Uang untuk biaya hidup kan?" kata mantan buruh pabrik Sepatu di Subang tersebut

Jabar – Kabupaten Subang masuk lima besar penyumbang tenaga kerja Indonesia yang saat ini berubah nama menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat.

Khususnya di Subang, peminat calon PMI ke luar negeri sangat tinggi. Berdasarkan data dari Disnakertrans Subang, tidak kurang dari 3000 PMI berangkat ke luar negeri menjadi pembantu rumah tangga.

"Betul, tiap tahun peminat lumayan banyak," ujar Dedi selaku Kabid Bina Penta dan perluasan TKI Disnakertrans Subang pada Viva Jabar, Kamis (18/7).

Para peminat tenaga kerja asal Subang tersebut tergoda oleh penghasilan yang besar. Dedi menyatakan jika penghasilan menjadi pembantu rumah tangga saja di negara Taiwan per bulan nya bisa digaji Rp10 juta.

Atas dasar tersebut, warga Subang memilih negara Taiwan sebagai tujuan utama menjadi PMI.

"Penghasilan mencapai Rp10 juta per bulan, makanya 50 persen PMI asal Subang yang berangkat ke luar negeri menjatuhkan pilihan ke negara Taiwan," ungkapnya.

Selain itu, Dedi menyebut, rata-rata usia calon PMI yang berangkat ke luar negeri berkisar 20-30 tahun, dengan bekal ijazah SMA.

Disinggung mengenai status pernikahan, pejabat eselon III tersebut, menerangkan bahwa para calon PMI yang berangkat ke luar negeri biasanya sudah berstatus cerai dengan pasangannya. Namun ada beberapa yang masih terikat dengan pernikahan.

"Janda mendominasi, walaupun ada beberapa yang masih terikat tali pernikahan," terang Dedi.

Salah satu calon PMI asal Subang, Rikmayanti (20) mengatakan, besarnya penghasilan bekerja di negara luar membuatnya mendaftarkan diri menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di negara Taiwan.

Berawal dari ajakan teman nya yang sudah dahulu bekerja di Taiwan, ia berharap bisa membantu perekonomian keluarga saat bekerja di luar negeri.

"Mending migrasi ke Taiwan, sekarang yang dibutuhkan apa sih? Uang untuk biaya hidup kan?" kata mantan buruh pabrik Sepatu di Subang tersebut