Tips Memilih Pasangan Hidup, Anti Selingkuh
- Screenshoot berita sahijab.com
VIVA Jabar - Belakangan ini, media sosial dan sarana informasi tengah digencarkan sejumlah peristiwa perselingkuhan. Pasangan suami-istri (Pasutri) saling berseteru karena dilanda cinta pihak ketiga. Tak sedikit, berdampak pada jalinan rumah tangga dan berakhir kandas.
Ujian dalam keluarga akan selalu menyelimuti mahligai ikatan perkawinan. Oleh karenanya, Agama menuntun pedoman sebelum pemeluknya melangkah ke jenjang yang lebih sakral itu.
Salah satunya diajarkan dalam Islam. Dalam islam, manusia sangat disarankan untuk berpasang-pasangan. Dalam tali pernikahan, laki-laki dan perempuan dipersatukan. Islam memiliki panduan syariat mengenai pernikahan, termasuk dalam memilih pasangan.
Lantas bagaimanakah tips agar biduk rumah tangga berjalan dan berlabuh di satu tujuan indah? Berikut kami sajikan artikel dilansir dari sahijab.com
Dalam buku "Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat" (2000), pakar Tafsir Al-Qur’an, Muhammad Quraish Shihab, menjelaskan bahwa Al-Qur'an tidak memberikan ketentuan spesifik tentang pilihan pasangan, namun lebih mengarah pada preferensi individu.
“...maka kawinilah siapa yang kamu senangi dari wanita-wanita...” (QS An-Nisa [4]: 3)
Meski begitu, Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan bahwa biasanya seseorang menikahi wanita karena empat alasan: harta, keturunan, kecantikan, atau agamanya.
Namun, beliau menyarankan untuk memilih wanita yang beragama agar tidak merasakan kesulitan.
Dalam Al-Qur'an, disebutkan bahwa hanya laki-laki yang berzina yang pantas menikahi perempuan yang berzina, atau perempuan musyrik; dan sebaliknya, perempuan yang berzina hanya boleh dinikahi oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik (QS An-Nur [24]: 3).
Ilustrasi Pasangan Selingkuh
- Screenshot berita VivaNews
"Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (QS An-Nur: 3)
Sebagaimana disampaikan dalam surat An-Nur (24): 26, perempuan yang tidak baik ditujukan untuk laki-laki yang tidak baik, dan sebaliknya, laki-laki yang tidak baik ditujukan untuk perempuan yang tidak baik. Sedangkan perempuan yang baik ditujukan untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik ditujukan untuk perempuan yang baik.