Merawat Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Garut
- Istimewa
Selain itu, Saefulloh menyebutkan ditengah berjalannya Moderasi Beragama disekitar kita, terdapat ruang kosong yang perlu juga untuk diperhatikan yang mana hal tersebut tertuang dalam Pendidikan Lingkungan melalui 3 landasan yaitu, Pertama seluruh insan diperlukan ditanamkan nilai-nilai kesabaran untuk bertindak dalam melaksanakan setiap implementasikan akhlak santun dalam bermasyarakat, Kedua kita sebagai makhluknya perlu juga untuk menjalankan nilai-nilai Keikhlasan dalam beragama yang mana di Indonesia dikenal dengan keberagaman serta kemajemukannnya.
Ketiga tidak kalah pentinganya dengan adanya penerapan nilai-nilai bersyukur dalam menjalankan kehidupan sebagai ummatnya dimana saat ini merupakan fase-fase dalam kehidupan duniawi untuk menguji dan menilai kepantasan kita untuk mendapatkan imbalan di Akhirat nantinya, hal tersebut sering menjadi momok kita sebagai manusia yang lalai dan terlena dalam menjalankan kehidupan di dunia.
Selain itu perlu juga kita tingkatkan dalam penerapannya melaui 6 sistem utama yang sejalan dengan Moderasi Beragama antara lain, Teoritis Beragama, Logis Beragama, Etis Beragama, Fisiologis Beragama, Estetika Beragama, Teleonis Beragama, ujarnya.
Sementara Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan program yang bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama di Kabupaten Garut. Dengan demikian, Kabupaten Garut dapat terus menjadi contoh yang inspiratif dalam membangun masyarakat yang pluralis, harmonis, dan berkeadilan bagi semua warganya.