Ternyata Ini Alasannya Cokelat Jadi Simbol Hari Valentine
- Pixabay
Hubungan Hari Valentine dan Cokelat
Sejak tahun 1840an, hari Valentine dijadikan sebagai hari libur untuk merayakan kasih sayang serta cinta yang begitu romantis di sebagian besar dunia Eropa. Di mana pada saat itu merupakan masa keemasan orang-orang Victoria yang menyukai adanya gagasan cinta dan saling menghujani satu sama lain dengan pemberian kartu dan hadiah yang dinilai cukup rumit.
Menurut salah satu sumber, hari Valentine sebenarnya ditujukkan untuk menghormati martir Khatolik bernama Valentine, namun romantisme tampaknya muncul pertama kali pada puisi Chaucer pada tahun 1382, berjudul Parlement of Foules.
Di mana dalam puisinya tersebut, Chaucer menjelaskan adanya sifat natural cinta ketika mereka keluar mencari pasangannya pada "seynt Voantynes day." Dalam beberapa abad berikutnya, hari Valentine semakin populer sebagai hari libur musim semi.
Lagu, puisi, bunga mawar dirayakan dengan hati penuh cinta, walaupun permen belum terlalu terlihat, karena gula masih termasuk komoditas berharga di Eropa.
Seiring Victoria menjadi ratu pada tahun 1837, teknologi telah siap mengubah hari Valentine menjadi tambang emas komersial. Victoria senang sekali menunjukkan perasaannya melalui pemberian kartu dan hadiah, walaupun sebenarnya Valentine adalah tentang mendapatkan kebahagiaan.
Di balik keriuhan tentang cintanya yang gila itu kemudian datanglah Richard Cadbury, salah seorang dari keturunan keluarga pembuat cokelat asal Inggris dan bertanggung jawab atas penjualan pada titik penting dalam sejarah perusahannya.
Dari situ, Cadbury mulai meningkatkan perihal teknik pembuatan cokelatnya untuk mengekstraksi mentega kakao murni dari sebuah biji yang utuh untuk menghasilkan sebuah makanan manis berupa cokelat minum.
Namun Cadbury memberikan solusi lainnya yaitu makan cokelat. Di mana dia membungkus cokelat yang kemasannya didesain sendiri. Dari situlah orang-orang dibuat penasaran, Cadbury mulai menempatkan cokelat buatannya itu dalam sebuah wadah berbentuk hati pada tahun 1861. Meskipun cokelatnya telah dimakan, namun tak sedikit orang menemukan kotaknya dapat digunakan untuk dijadikan wadang barang lainnya.
Dari situlah, Richard mulai mengenali peluang pemasaran yang besar untuk cokelat baru dan mulai menjualnya dalam kotak yang didekorasi dengan indah yang didesainnya sendiri.