Daftar Kesenian Permainan Khas Bandung yang Ditetapkan jadi Warisan Budaya

Klining Bandung
Sumber :
  • Instagram @napakjagatpasundan

VIVAJabar – Kebanggaan baru menyelimuti Kota Bandung seiring penetapan enam kesenian tradisional dan permainan rakyat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. 

img_title Jarang Terekspos, 4 Destinasi Estetik di Jawa Barat yang Bikin Liburan Makin Berkesan

Pengakuan resmi dari pemerintah pusat ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya lokal. 

Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan Bandung sebagai kota kreatif, tetapi juga sebagai penjaga kekayaan tradisi yang tak ternilai.

img_title Diserang Isu Tunjangan Fantastis, Dedi Mulyadi Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Penetapan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pengakuan ini memberikan status hukum dan perlindungan terhadap enam item budaya tersebut. 

Ini menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa kesenian dan permainan yang telah hidup selama puluhan, bahkan ratusan tahun, tidak akan punah tergerus zaman.

img_title Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Selasa 16 September 2025

Di antara enam item yang ditetapkan, tiga di antaranya adalah Kliningan Bandung, Kulu-kulu Cireungit, dan Bebegig Sawah. 

Kliningan dikenal sebagai ansambel musik tradisional yang kaya melodi, sementara Kulu-kulu Cireungit merupakan seni pertunjukan rakyat yang unik. 

Adapun Bebegig Sawah adalah tradisi figurativ yang akrab dengan masyarakat agraris, yang kini diangkat statusnya sebagai bagian dari identitas budaya.

Tiga item lainnya adalah Ujungan, Renggong Buyut, dan Tari Ronggeng Banyu. Ujungan adalah seni bela diri atau permainan ritual yang menampilkan ketangkasan fisik. 

Renggong Buyut dan Tari Ronggeng Banyu, di sisi lain, adalah dua tarian tradisional yang memiliki nilai estetika dan makna filosofis mendalam. 

Keduanya sering ditampilkan dalam upacara adat dan perayaan komunitas.

Penetapan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah kota dan komunitas budaya untuk semakin gencar melakukan upaya pelestarian. 

Berbagai program seperti lokakarya, festival, dan edukasi di sekolah diharapkan dapat memperkenalkan warisan-warisan ini kepada generasi muda. 

Inisiatif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung (Disbudpar) menjadi garda terdepan dalam merumuskan strategi pelestarian yang berkelanjutan.

Pentingnya pengakuan ini juga terletak pada perannya dalam membangkitkan kesadaran masyarakat. 

Dengan adanya status resmi, masyarakat, khususnya Gen Z, akan lebih termotivasi untuk belajar, berpartisipasi, dan menyebarkan informasi tentang warisan budaya ini melalui berbagai media. 

Kreativitas kaum muda sangat dibutuhkan untuk mengemas kesenian tradisional agar tetap relevan di era digital. 

Halaman Selanjutnya
img_title