Nama Unik dan Jarang Ditemui di Daerah Lain, Ini Dia Ulasan Gula Cakar Khas Majalengka
- Instagram @w.arum.gulacakar
VIVAJabar – Indonesia memiliki berbagai macam kuliner, ada yang terbuat dari rempah sehingga masakan menjadi lebih sedap dan adapun bahan yang terbuat dari bahan sederhana. Walaupun begitu kuliner di Indonesia tetap menjadi santapan yang lezat.
Alun-alun Masjid Majalengka
Salah satu daerah yang memilki kuliner yang unik ialah Majalengka. Daerah yang dijuluki Kota Angin ini memilki makanan yang khas dan unik yaitu Gula Cakar.
Sedikit asing karena biasanya gula berbentuk pasir putih atau bundar berwarna coklat gelap, akan tetapi gula cakar lebih berbentuk persegi dan berwarna merah muda seperti kue kering.
Dilansir dari kanal YouTube @Trans7 Offcial pada Sabtu, 17 Mei 2018, gula cakar sudah ada sejak tahun enam puluh an silam. Dulu gula cakar terbuat dari gula putih yang dicampur dengan sabun karena zaman dulu belum ada baking soda,
Sehingga sabun digunakan untuk membuat gula mengembang dan bertekstur kasar serta berongga-rongga kecil.
Warna merahnya pun menggunakan pewarna tekstil karena zaman dulu belum ada pewarna makanan di Majalengka. Kalaupun ada saat itu pewarna makanan mahal harganya. Jadilah pakai pewarna tekstil. Wah bahaya sekali ya Vivanian.
Namun, sekarang gula cakar sudah tidak lagi menggunakan campuran bahan-bahan kimia seperti sabun atau pewarna tekstil. Zaman sekarang sudah memakai gula pasir alami ditambah dengan baking soda berwarna pink dan dimasak hingga matang.
Dinamakan Gula Cakar karena saat proses pembuatannya gula yang sudah dipotong diraup dengan lima jari penuh. Aktiviitas inilah yang membuat gula menjadi gula cakar.
Orang tua di Majalengka masih mengkonsumsi gula cakar karena saat dicampur dengan air mudah larus hanya dalam beberapa detik. Biasanya gula cakar dikonsumsi dengan kopi atau teh.
Selain itu, meraka percaya bahwa gula cakar ini memiliki khasiat untuk pengobatan batuk, Jadi, jika terserang batu dan pilek cukup mengkonsumsi buah cakar saja.