8 Cara Mengolah Jengkol agar Tidak Bau Tetap Lezat dan Empuk
VIVAJabar - Jengkol adalah salah satu bahan makanan khas Nusantara yang digemari banyak orang karena rasanya yang unik dan teksturnya yang empuk.
Namun, banyak orang enggan menyantap jengkol karena aromanya yang tajam dan meninggalkan bau tidak sedap di mulut maupun urin setelah dikonsumsi.
Kabar baiknya, ada beberapa cara efektif untuk mengolah jengkol agar tidak bau namun tetap nikmat disantap. Berikut ini adalah tips dan langkah-langkah yang bisa Anda coba di rumah.
1. Pilih Jengkol yang Tua dan Segar
Pilih jengkol yang kulitnya mengkilap, padat, dan tidak keriput. Jengkol yang sudah tua cenderung memiliki rasa lebih kuat, tetapi teksturnya lebih mudah empuk jika dimasak dengan benar.
2. Rendam dengan Air Selama Semalaman
Rendam jengkol mentah dalam air selama 8–12 jam atau semalaman. Ganti airnya beberapa kali. Ini membantu mengurangi senyawa penyebab bau, yaitu asam jengkolat.
Tambahkan daun jeruk, daun salam, atau perasan jeruk nipis ke dalam air rendaman untuk membantu mengurangi aroma tajam.
3. Rebus dengan Daun Aromatik
Setelah direndam, rebus jengkol hingga empuk selama 30–60 menit. Agar tidak bau, tambahkan ke dalam rebusan daun salam, daun jeruk dan serai yang dimemarkan.
Tidak hanya itu, kopi bubuk sebanyak 1 sdm ke dalam air rebusan, bahkan opsional lain yaitu air cucian beras bisa dilakukan untuk efek netralisir bau.
4. Buang Air Rebusan dan Bilas
Setelah direbus, buang airnya dan bilas jengkol dengan air bersih. Langkah ini penting agar sisa bau dalam air rebusan tidak menempel kembali pada jengkol.
5. Geprek Jengkol Sebelum Dimasak
Setelah direbus, jengkol bisa digeprek (dipipihkan) untuk membuat teksturnya lebih lembut dan bumbunya lebih meresap. Ini juga membantu mengurangi bau yang terjebak di dalam biji.
6. Masak dengan Bumbu yang Kuat dan Aromatik
Bumbu yang kaya dan beraroma kuat bisa menutupi sisa bau jengkol. Gunakan bumbu khas seperti
Bawang merah dan putih yang banyak, Cabai, Kemiri, Serai, Kunyit, lengkuas, atau jahe, Gula merah dan kecap (untuk semur jengkol), Santan (untuk gulai atau rendang jengkol)