Diet Berhasil Tapi Payudara Kendur, Begini Cara Mengatasinya Menurut Ahli Medis
- Screenshot berita VivaNews
VIVAJabar – Tidak sedikit orang merasa bangga setelah berhasil menurunkan berat badan dengan diet yang ketat. Tapi ternyata ada efek samping yang kerap tidak disadari, yakni payudara tampak mengecil, kendur, atau turun.
Fenomena ini cukup sering dialami terutama setelah penurunan berat badan drastis, dan ternyata ada penjelasan medis di baliknya.
Anatomi Payudara dan Faktor Penopang
Payudara tersusun dari empat komponen utama, jaringan lemak yang memberi volume, jaringan kelenjar yang berfungsi untuk produksi ASI, ligamen Cooper sebagai penopang alami, serta kulit sebagai lapisan pelindung dan penahan bentuk.
Elastisitas kulit dan kekuatan ligamen sangat menentukan apakah payudara mampu kembali kencang setelah mengalami perubahan ukuran.
Ilustrasi payudara
- Freepik
Efek Diet Ketat pada Payudara
Ketika seseorang menjalani diet ketat, berat badan bisa turun secara cepat. Lemak yang berkurang membuat volume payudara ikut menyusut karena sebagian besar strukturnya terdiri dari jaringan lemak. Masalah muncul ketika kulit dan ligamen yang sudah meregang tidak mampu kembali ke kondisi semula. Akibatnya, payudara tampak mengendur atau turun.
Jika penurunan berat badan terjadi terlalu cepat, kulit tidak sempat menyesuaikan diri. Kondisi ini dikenal sebagai efek “deflated breast” atau payudara kosong, di mana kulit terlihat longgar karena kehilangan penopang dari dalam.
Seberapa Besar Pengaruhnya?
Tidak semua orang mengalami perubahan signifikan. Ada beberapa faktor penentu, seperti ukuran payudara sebelum diet, usia, elastisitas kulit yang dipengaruhi genetik, hingga riwayat fluktuasi berat badan. Diet naik-turun berulang (yo-yo dieting) memperparah peregangan kulit sehingga risiko payudara kendur semakin besar.
Menurut ahli bedah plastik bersertifikat di California, dr. Ali Sajjadian, fenomena ini wajar terjadi. Ia menegaskan bahwa penurunan berat badan besar sering kali membuat payudara tampak kosong, turun, dan kehilangan bentuk penuh.
"Lemak berlebih membuat kulit payudara meregang. Saat lemak hilang, kulit tidak bisa kembali sehingga payudara terlihat kendur,” jelasnya dikutip dari VIVA.co.id, Minggu (14/9/2025).
dr. Sajjadian menyebut, sebagian pasien akhirnya memilih solusi medis untuk mengembalikan bentuk payudara, mulai dari breast lift hingga augmentasi.
"Dalam banyak kasus, kombinasi operasi pengangkatan dan penambahan volume dengan implan atau transfer lemak menjadi opsi terbaik,” tambahnya.
Langkah Pencegahan dan Perawatan Mandiri
Meski tidak sepenuhnya bisa dihindari, ada sejumlah strategi untuk meminimalkan risiko:
1. Turunkan berat badan secara bertahap, maksimal 0,5–1 kg per minggu, agar kulit punya waktu beradaptasi.
2. Latihan penguatan otot dada, seperti push-up, chest press, dan yoga untuk menopang payudara dari bawah.
3. Gunakan bra olahraga yang mendukung, terutama saat beraktivitas fisik intensitas tinggi.
4. Rawat elastisitas kulit, dengan pelembap, cukup minum air, serta konsumsi nutrisi kaya vitamin C dan kolagen.
5. Hindari diet naik-turun berulang, karena kestabilan berat badan membantu menjaga kesehatan kulit.
Pilihan Medis untuk Mengatasi Payudara Kendur
Jika kendurnya cukup parah, prosedur medis bisa menjadi solusi. Tindakan yang umum dilakukan meliputi:
1. Breast lift (mastopexy): mengangkat posisi payudara sekaligus membuang kulit berlebih.
2. Augmentasi payudara: menambahkan volume dengan implan atau transfer lemak.
3. Kombinasi breast lift dan augmentasi: memberi hasil lebih natural dan tahan lama.
Namun, para ahli menekankan bahwa prosedur medis sebaiknya dilakukan setelah berat badan stabil agar hasilnya optimal.
Fenomena payudara kendur setelah diet drastis membuktikan bahwa kesehatan kulit dan cara menurunkan berat badan sama pentingnya dengan hasil akhir. Diet yang sehat, olahraga, serta perawatan kulit bisa membantu menjaga tubuh ideal tanpa mengorbankan kepercayaan diri.*