Ingin Jadi Spiderman, Seorang Bocah Sengaja Digigit Laba-laba Beracun

Kadal mirip Spiderman
Sumber :
  • http://www.mobgenic.com

VIVA Jabar – Anak-anak memang suka meniru apa yang mereka lihat, mulai dari perilaku orang tua hingga apa yang Ia lihat di dalam film. Orang tua punya peran penting untuk selalu mengawasi apa yang si kecil lihat.

img_title Film Rp6,7 Miliar Ditonton Ribuan Orang, Merah Putih: One for All Tetap Lanjut Produksi Baru

Belum lama ini seorang bocah laki-laki di Bolivia yang berusia delapan tahun masuk rumah sakit setelah dirinya digigit oleh laba-laba beracun jenis black widow yang terkenal sangat berbahaya.

Hal tersebut terungkap bahwa bocah itu sengaja membuat laba-laba itu mengigit dirinya karena ingin dirinya menjadi seperti sebuah super hero favoritnya, Spiderman.

img_title Deretan Kontroversi Film Merah Putih One For All, Kritik Tajam hingga Rating Anjlok

Dilansir dari Newsweek, Jumat, 25 Agustus 2023, Insiden ini terjadi di kota Vichuloma, dekat kota Oruro, di Bolivia Tengah. Anak berusia 8 tahun, yang namanya tidak diungkap oleh media, dilaporkan sedang bermain di dekat sungai dekat rumahnya ketika ia membalikkan sebuah batu besar dan menemukan laba-laba Black Widow.

Tanpa menyadari konsekuensi digigit laba-laba yang sangat beracun, ia mengambil binatang tersebut dan meletakkannya di punggung tangannya, dengan harapan bisa digigit.

img_title 5 Film Perjuangan dan Kemerdekaan yang Wajib Ditonton di 17 Agustus

Dia mendapatkan keinginannya, dan kemudian pulang ke rumah, di mana dia mulai mengalami gejala-gejala seperti nyeri tubuh dan kejang otot yang hebat.

Awalnya, anak laki-laki itu tidak mengatakan apa pun kepada ibunya tentang gigitan laba-laba tersebut. Tapi setelah sekitar tiga jam menderita, dia mengatakan bahwa dia telah digigit laba-laba berwarna-warni.

Ibu anak tersebut kemudian membawa anaknya ke pusat kesehatan, tetapi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum San Juan de Dios di kota Oruro sebagai keadaan darurat medis.

Setelah mendengar tentang gigitan laba-laba tersebut, dokter anak di sana menghubungi Ernesto Vásquez, kepala Program Penyakit Zoonosis di Departemen Kesehatan Oruro, yang membantu menentukan jenis laba-laba yang menggigit anak tersebut.