Sebut Hoaks ke dr. Djaja, Bantahan Prof Eddy Dirujak Netter
- Screenshot berita VivaNews
“Sadis bener pernyataan prof edy yg menilai pernyataan dr.djaya tidak lebih dari org di pinggir jalan. Padahal jelas2 dia org yg juga pertama melihat mayat almarhum dikamar mayat, sbgai dokter tentu punya kapabilitas keilmuan dan pengalaman terhadap mayat dr.djaya juga ga memberikan keterangan yg sembarangan. Sebagai wamenkumham saya rasa tidak etis pernyataan seperti itu” ungkap warganet
"Semakin mendengar penjelasan bapak ini, semakin yakin bahwa dia adalah pejuang pembenaran bukan kebenaran,” komentar warganet
“Dosa apa coba Indonesia punya Wamenkumham kayak gini,” tulis warganet
"bang deny, kalau ada kematian tidak wajar harus otopsi walaupun keluarga ga rela. Ngga ada otopsi, ga ada sebab mati, ga ada tersangka. Narsumnya bilang 'ngga ada otopsi itu hoax', lah, dr. Slamet aja bersaksi tidak mengotopsi. Akhirnya dr mayat mendiang cuma diambil sampel doang. Klo otopsi ada, narsum sebutin dong dokternya siapa melakukan otopsi?,” tulis warganet