Viral, Diduga Pegawai Pemerintah di Boyolali Diintruksikan Menangkan Ganjar-Mahfud

Ilustrasi PNS
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jabar – Publik dikejutkan dengan viralnya rekaman curhatan diduga seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Boyolali yang diminta untuk memenangkan pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Pengamat: Jadi Oposisi di Pemerintahan Prabowo adalah Pilihan Terbaik Bagi PDIP

Dalam curhatannya, PNS itu bahkan mengatakan jika adanya pungutan uang dengan alasan gotong royong. Mirisnya, jika mereka menolak akan dimutasi atau dikucilkan dari lingkungan kerja.

"Kalau itu sudah jadi rahasia umum, diarahkan untuk memenangkan PDIP dan memilih Ganjar," ujar si PNS tersebut.

Bongkar Fakta Kecurangan Pemilu 2024, Timnas AMIN dan TPN Ganjar-Mahfud Siap Berkoalisi

"Kalau aku dengar dari teman-teman yang dipungut biaya sumbangan sama menangkan calon PDIP," lanjutnya.

Si PNS tersebut mengatakan jika perintah itu langsung dari pimpinan satuan kerja. "Menurutku biasanya bupati, karena dia kan yang punya kuasa di Boyolali," jelasnya.

Mahfud MD Desak Sirekap Diaudit Lembaga Independen

Mirisnya, bagi yang membangkang atau tidak mengindahkan arahan tersebut maka akan dikenakan sanksi.

Disebutkan, sanksi tersebut bisa berupa dipindahtugaskan ke daerah yang jauh atau bahkan dikucilkan dari lingkungan kerja.

"Karena awal proses seleksinya pegawai itu kan dari Pemdes kemudian dapat rekom dari orang-orang partai itu," ungkapnya.

"Bahasanya 'kamu kan tak masukan lewat partai, mestinya harus setor ke partai'," tambahnya.

Kendati demikian, curhatan PNS di Boyolali tersebut belum terkonfirmasi atau mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.